70 CEO Perusahaan Digital Kumpul & Pecahkan Rekor MURI

Written by on April 12, 2018

Pelaku dunia digital boleh berbangga hati, pasalnya Sabtu (07/04) lalu sebagian diantara mereka baru saja memecahkan Rekor MURI. Adapun Radio Heartline 100.6 FM Tangerang yang menginisiasi kumpulnya 70 CEO Perusahaan Digital (digital company) dalam sebuah perhelatan akbar berupa radio talkshow  yang disiarkan secara langsung dengan durasi 12 jam tanpa henti (10.00 – 22.00 WIB).

Bisnis digital memang sedang memegang peranan penting di Indonesia. Para pebisnis digital kini beramai-ramai menawarkan kemudahan, kecepatan dan kemurahan kepada customer, dibandingkan dengan bisnis konvensional yang lalu. Mereka bersama-sama melakukan transmigrasi dari model bisnis luar jaringan (offline) menuju ke bisnis dalam jaringan (online).

Pebisnis startup yang hadir dengan berbagai latar belakang bisnis model, menjadi keunikan tersendiri dalam acara pemecahan Rekor MURI ini, mulai dari jualan sayur, penyaringan tenaga kerja, pengitungan gaji karyawan, pemesanan bunga ucapan, kelas training, bisnis piranti lunak (software) hingga  banyak model bisnis online lainnya.  

Salah satu narasumber yang hadir adalah Andy Djojo Budiman, Co-Founder iReap (Integrated Retail Application). Berangkat dari keprihatinan ketika makan mie di pedagang UMKM yang tidak melakukan pencatatan bisnisnya dengan baik, Andy menciptakan suatu aplikasi yang bisa membantu para pedagang mikro. “Jadi iReap ini adalah solusi untuk korporasi besar tapi saya bawa untuk pedagang mikro, supaya mereka ada pencatatan yang bagus tentang stok dan sales mereka, sehingga tahu profitnya berapa.

Sementara itu Dr. Bayu Prawira Hie selaku Sekjen Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia, yang juga didapuk sebagai salah satu narasumber di acara pemecahan Rekor MURI ini, mengatakan, “Yang dilakukan oleh pebisnis digital di Indonesia masih di level e-commerce. Kita harus naik level, harus buat produk teknologi seperti facebook, skype, artificial intelligent, robotic dan lain sebagainya. Sebab kalau e-commerce yang dimakan duitnya duit lokal, gak ada devisa luar yang masuk ke Indonesia. Duit muter-muter diantara kita saja. Tapi kalau menciptakan teknologi, maka devisa dari luar negeri akan masuk ke dalam negeri.

Editor: Irene Leonardi / Radio Heartline Tangerang

Photo credit: 1soulution


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST