Apakah Operasi Dapat Memperburuk Kanker?

Written by on February 27, 2018

Tangerang – Salah satu alasan mengapa kanker berbahaya adalah karena sel kanker memiliki sifat cepat membelah diri dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Penyebaran ini disebut metastasis. Penyebaran dapat terjadi secara lokal (ke jaringan sehat sekitarnya) atau regional (ke kelenjar limfa, organ, atau jaringan lainnya di seluruh tubuh). Tindakan medis invasif yang biasa dilakukan adalah operasi untuk mengangkat tumor ganas yang memiliki pertumbuhan cepat. Selain itu, ada juga biopsi yang terkadang perlu dilaksanakan untuk menentukan diagnosis kanker.

Pertanyaannya, apakah justru pelaksanaan tersebut malah memperburuk penyebaran kanker?

Jawabannya adalah mungkin. 50% – 75% pasien kanker colorectal mengalami kambuh 2 tahun pasca operasi, dan 40% diantaranya harus di operasi kembali. Sedangkan untuk pasien kanker hati pasca operasi, 60-70% diantaranya mengalami penyebaran lokal atau regional.

British Journal of Cancer (2001) mengatakan bahwa pengangkatan tumor primer dapat menyebabkan akselerasi proses penyebaran kanker atau metastasis secara tiba-tiba. Menurut Annals of Surgery 2009, hal ini berhubungan dengan tindakan operatif yang memperlemah pertahanan tubuh akibat metastasis. Pendapat ini dapat dijelaskan dari komplikasi prosedur pelaksanaan tindakan dan dari perubahan biokimia yang terjadi pada tubuh.

Dari sisi prosedur, operasi kanker menggunakan jarum yang sangat kecil dan tipis, sehingga mungkin saja jarum tersebut mengangkat sel kanker dari satu lokasi ke jaringan sehat lainnya. Sel kanker yang berpindah ini, dapat membelah diri dengan sangat cepat dan menjadi ganas. Salah satu contoh, pada tindakan biopsi kanker prostat, bagian yang melebar pada tusukan kapsul di sekitar kelenjar dapat menyebabkan sel kanker keluar dan menyebar ke tempat lain melalui pembuluh darah. Selain itu, kanker juga dapat diperburuk akibat aktivitas penyebaran dari sel-sel kanker yang tertinggal setelah operasi. 75% pasien yang menderita kanker pada kelenjar limfa mengalami metastasis pasca operasi.

Selanjutnya, apa hubungan tindakan operasi kanker dengan lemahnya pertahanan tubuh?

Paparan terhadap benda asing atau trauma (contoh: tindakan invasif) akan menginisasi imun respon tubuh berupa proses radang. Pada kondisi tersebut, tubuh kita mengeluarkan senyawa kimia yang menstimulasi proliferasi dari sel-sel tubuh, termasuk sel kanker. Hasilnya, proliferasi sel-sel tubuh yang seharusnya untuk perbaikan juga mengakibatkan sel kanker yang bertambah banyak.

Dari sisi yang lain, anaesthesia sebagai salah satu tindakan sebelum operasi bersifat immunosuppresif, artinya respon imun diturunkan agar peradangan tidak semakin parah dan merusak tubuh. Anaesthesia menurunkan produksi sel Natural Killer (NK), yang pada keadaan normal mampu membunuh sel kanker. Sebuah studi menemukan bahwa penurunan aktivitas sel NK pada pasien kanker usus besar menyebabkan peningkatan 350% resiko metastasis.

Tidak hanya itu, proses pemulihan pasca operasi melibatkan peningkatan produksi hormone, namun short-lived but highly active hormone seperti eicosanoids dapat menyebabkan peradangan. Kemudian, anaesthesia membuat tubuh menjadi asam. Penelitian dari Arizona, Chicago dan H. Lee Moffitt mengatakan bahwa keadaan tubuh yang asam dapat menaikkan kemungkinan penyebaran kanker.

Meskipun demikian, banyak cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisirkan resiko dan potensi penyebaran kanker pada tindakan operasi. Pertama, pastikan tubuh kita memiliki sistem imun yang kuat sebelum menjalankan operasi. Miliki gizi yang seimbang, utamakan diet vitamin E, D, K, zat besi, dan bahan alami lainnya yang mampu menurunkan radang. Kedua, lakukan konsultasi dengan dokter onkologi. Apabila tidak yakin untuk melakukan tindakan operasi, pasien berhak atas pemaparan alternatif yang tersedia. Secara medikamentosa, antihistamine seperti cimetidine digunakan untuk mencegah sel-sel kanker berkumpul menjadi besar menempel pada pembuluh darah.

Pada akhirnya, semua tindakan operasi, baik pada pasien kanker atau tidak, akan lancar apabila persiapan dan prosedur dilakukan dengan baik. Dengan usaha mengurangi faktor risiko komplikasi, meningkatkan sistem pertahanan tubuh, serta melakukan konsultasi yang serius dengan dokter dapat menurunkan resiko terjadinya penyebaran kanker.

Sumber:
https://www.canceractive.com/cancer-active-page-link.aspx?n=2976

How Does Surgery Cause Cancer Cells to Spread by 250%?


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4564049/#R8
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3597235/

Tagged as

Current track
Title
Artist