Heartline Network

1.300 Judul Buku Untuk Anak SD Banjiri Sentani, Papua

Buku adalah jendela dunia, begitulah pepatah yang sering didengungkan. Dengan membaca, kita akan tahu banyak hal. Untuk itulah, semua kalangan harus mendapatkan akses yang sama pada sumber buku.

Hal tersebutlah yang selalu dilakukan oleh Taman Bacaan Pelangi, yang telah menyalurkan lebih dari 1.300 judul buku untuk anak SD YPK Kanda dan SDI Harapan di Sentani, Papua, Sabtu (06/05/17) lalu.

“Kami senang dapat memperkenalkan konsep perpustakaan ramah anak kepada pelaku pendidikan di Sentani, Papua. Semoga kedua perpustakaan ini dapat membawa perubahan positif dan menginspirasi anak-anak untuk berani bermimpi besar,” ungkap Nila Tanzil, Pendiri Taman Bacaan Pelangi.

Pada masing-masing perpustakaan baru yang didirikan oleh Taman Bacaan Pelangi, terdapat lebih dari 1.300 judul buku untuk anak SD. Selain mendirikan perpustakaan anak, taman bacaan ini juga memberikan pelatihan tentang sistem manajemen pespustakaan dan berbagai kegiatan membaca untuk para siswa, serta mengajarkan sistem yang berkesinambungan agar perpustakaan tetap berjalan.

Jenis buku yang dikirimkan adalah buku cerita anak, karena tujuan utama dari perpustakaan yang didirikan oleh taman bacaan ini adalah untuk mengembangkan kebiasaan membaca pada anak, terutama untuk anak-anak yang tinggal didaerah pelosok Indonesia Timur. Hingga tahun 2017, sudah ada 57 perpustakaan yang didirikan Taman Bacaan Pelangi, yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur.

“Bagi kami, semua anak Indonesia berhak mendapatkan akses buku. Kami juga berterima kasih atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan, dan berharap semakin banyak anak di Indonesia Timur yang mendapatkan akses buku bacaan yang berkualitas,” tandas Nila. 

(Sumber: liputan6.com)

 


Artikel Terkait

Radio Heartline Ajak Ortu Mengenal Generasi Milenial

Sadar atau tidak, masa depan anak berawal dari rumah. Pasalnya, keluarga dianggap bertanggung jawab membentuk karakter pertama anak untuk siap terjun bersosialisasi ke masyarakat.

Sayangnya...

How to Communicate With Millenial Generation

Generasi millennial adalah kelompok demografis setelah Generasi X. Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir antara 1980-2000 sebagai generasi mi...

Kemendagri Tegaskan Pembuatan Akta Lahir Anak Gratis

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Selasa (5/9) lalu. Pertemuan kali ini, lebih menyoal tentang masalah akta kelahiran anak.

Da...

Ratusan Peserta Hadir Dalam Seminar Keluarga “Let’s Protect Our Child”

Radio Heartline merupakan radio yang fokus menyoroti berbagai masalah keluarga, khususnya pada perlindungan anak. Kali ini, masih dalam Gerakan Aku Sayang Anak Indonesia, Radio Heartline Tangerang ...

43.873 Anak di Kota Blitar Siap Diimunisasi Campak Rubella

Berkaitan dengan program pemerintah pusat yang menggalakkan imunisasi Measlel Rubella (MR), ada sekitar 43.873 anak di Kota Blitar yang siap menjadi target imunisasi. Selama ini, masyarakat mengena...