BERBEDA, BISA DICARI KELEBIHANNYA

Written by on October 9, 2018

Perbedaan? Iya, itu sangat menyakitkan, terlebih lagi itu membuat kita dipandang aneh dan penasaran oleh orang lain. Tapi, bagaimana kalau hal tersebut dialami oleh orang terdekat, terlebih lagi kerabat dekat, saudara, bahkan anak sendiri? Bagaimana cara orang tua menyikapi hal tersebut untuk meengasuh anak yang memiliki kebutuhan khusus?

Program Parenting with Heart tanggal 15 September 2018 dengan judul “Mengapa Anak Saya Berbeda?”, dengan narasumber Parenting Counseling Yayasan Busur Emas, yaitu Eniwati Willyarto, MA. Memberikan informasi mengenai anak yang memiliki kebutuhan khusus, dan bagaimana cara menyikapinya.

Eniwati menjelaskan bahwa setiap anak berbeda dari antara yang lain, tapi tetap saja mereka itu berharga, dan mereka adalah titipan Tuhan yang perlu dijaga. “Setiap anak memiliki keunikan dan talenta masing-masing, walaupun memiliki keterbatasan. Kalau orang tua tahu potensi anaknya, pasti menjadi sesuatu yang bisa dioptimalkan,” jelasnya.

Eniwati juga menjelakan apa saja yang dimaksud dengan Anak Berkebutuhan Khusus, sebagai berikut:

  • Anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan anak-anak lain yang seusia dengannya,
  • Bukan hanya anak-anak berkebutuhan khusus saja yang hanya terbatas secara fisik dan mental. Ternyata anak-anak yang luar biasa, seperti memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dan intelejensi yang tinggi juga termasuk anak-anak (ABK), karena anak-anak ini juga memerlukan pendampingan (supaya ada yang mengarahkan, membuat proses tumbuh kembang menjadi lebih baik). Kalau kita tidak tahu anak-anak ini dengan arahan yang tepat, akan kasihan kalau dimasukan ke sekolah yang ‘umum’, kemungkinan anak ini berbeda dengan yang lain. Kalau dicampur dengan anak-anak yang biasa saja, maka anak itu kemungkinan jadi bosan dan mengganggu anak-anak lain, padahal dia bosan.

Ada juga jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus, sebagai berikut:

  1. Tuna rungu: tidak bisa mendengar
  2. Tuna grahita: keterbelakangan mental
  3. Tuna daksa: kecacatan pada otot, tulang dan persendian yang mengakibatkan gangguan komunikasi, koordinasi, adaptasi, dan gangguan perkembangan keutuhan pribadi
  4. Tuna laras: mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial
  5. Kesulitan belajar
  6. gangguan perilaku
  7. anak gangguan kesehatan
  8. anak berbakat: bakat istimewa seperti musik, seni dan gaya kepemimpinan. Sebagai contoh: ketika melihat nilai matematika atau akademik kurang bagus, tapi dalam olahraga atau seni itu menonjol.

Bagi orang tua yang memiliki anak atau keluhan di atas, dibawah ini Eniwati memberikan solusi bagaimana orang tua menyikapi hal berikut:

  • Belajar menerima kenyataan, jangan menyangkalnya, makin cepat kita mengetahui kondisi anak, dengan cepat juga kita mengobatinya. Terima dngan lapang dada. Setiap anak adalah anugrah Tuhan bagaimana pun keadaannya. Karena menurutnya orang tua yang diberi anak seperti ini adalah suatu hal yang istimewa, karena setiap cobaan pasti ada jalan keluarnya dan bisa ditemui. Mengetahui anak yang tidak memiliki kemampuan mengikuti pelajaran sekolah reguler, tindakannya adalah memasukannya ke sekolahan khusus, bila ada kejadian seperti ini jangan dipertahankan di sekolah itu. Hal utama yg dilakukan adalah konsultasi dahulu ke psikolog, apakah anak ini termasuk kedalam kategori terlambat belajar atau yg lainnya. Kedua mengikuti test IQ untuk mengetahui kelemahan anak, jangan sampai salah menempatkan. Klo sudah menerima kenyataan, jangan ‘sembunyikan’ anak itu di rumah, coz ini berdampak pada kelangsungan anak tersebut. Kalau terlalu menutup diri dan menyangkal pasti masa depan anak itu terpengaruh juga. Kadang saling menyalahkan (mencari kambing hitam) seperti suami istri salah satu tidak terima, atau keluarga dari salah satu pihak, bahkan menyalahkan Tuhan. Yang terpenting adalah menolong anak, dan mengurangi atau mencegah berkembangnya masalah, kalau dicegah maka tidak tahu cara menolong anak.
  • Berinteraksi dengan anak dalam hal yang positif. Harus lebih sabar lagi untuk menjelaskan petunjuk pengerjaan tugas atau aktivitas dengan cara perlahan dan jelas. Jadi anak berkebutuhan khusus terkadang sulit dalam mengikuti petunjuk dan mengerjakan tugas yang diberikan, jadi ortu harus membantu dalam mengerjakan tugas dengan duduk bersama mereka dan menjelaskan petinjuk pengerjaan dengan perlahan dan jelas. Membutuhkan kesababaran ekstra. Orang tua akan mendampingi dan membimbing anak dalam belajar di rumah, terutama mengoptimalkan kemampuan fisik motorik. Terkadang anak saat kecilnya langkah perkembangannya tidak mengikuti hal normal, kemungkinan anak mengalami kendala dikemudian hari. Mis: proses tumbuh kembangnya tidak melalui tahapan (dari merangkang lalu jalan) tapi langsung bisa jalan, hal tersebut tanpa disadari terganggu motoriknya, jadi harus membantu dengan menggunakan benda yang dapat digenggamnya.
  • Harus mengkomunikasikan penerimaan kepada anak bukan kemarahan atau penolaknya. Harus diingatkan bahwa anak TIDAK meminta untuk dilahirkan seperti itu, tapi kenyataannya seperti ini karena faktor-faktor yang tidak selalu dapat diketahui. Jadi jangan memarahi anak karena dilahirkan berbeda dan jangan menunjukkan rasa malu mempunyai anak seperti itu. Mis: anak dilahirkan dengan kecerdasan yang lemah, memarahinya tidak akan menambah satu point kecerdasannya, malah membuat anak semakin terpuruk, tidak berprinsip dan tidak percaya diri, jadi terima dia apa adanya dan mencari talenta yang dimiliki supaya dapat membangun jati diri dan keyakinan diri diatas kekuatannya. Klo memaksakan apa yg tidak bisa dilakukannya justru mengkomunikasikan penolokan ortu kepada anak. Hal tersebut membuat anak semakin mundur bukannya berkembang dan membuat kekurangannya semakin menonjol.
  • Menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Bagaimana memproteksi anak dari orang lain, bagaimana interaksinya, jangan terlalu memprotect berlebihan,
  • Berani bersikap manusiawi menghadapi tantangan besar. Kadang tergoda memiliki sikap yang kuat dan rohani. Tapi di sisi manusia suka merasa berat dan takut, dengan ini juga gak perlu berpura” tegar, dan bicara dengan ortu guru pengasuh. Carilah kelompok komunitas orang tua yang memiliki masalah seperti ini.

Kesimpulannya adalah masalah keterbutuhan khusus bukanlah masalah yang kompleks, jadi dilakukan dengan khusus dan tepat supaya menjadikan anak itu mandiri. Buatlah atau masuk ke dalam komunitas yang membangun satu sama lain. Bukannya terpengaruh atau malu dengan kekurangannya, tapi carilah kelebihannya.

Penulis: Sella Eliadita Wahyudi


Current track

Title

Artist