Bijak Memilih Kontrasepsi

Written by on November 30, 2017

Memiliki keturunan adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Namun adakalanya pasangan ingin menunda atau mencegah kehamilan karena suatu alasan tertentu. Banyak pasangan yang kemudian memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Akan tetapi memilih alat kontrasepsi yang tepat memang bukan perkara yang mudah. Meskipun semua alat kontrasepsi sudah teruji secara klinis, namun kecocokannya pada setiap orang berbeda-beda.

Untuk itulah, Pada kesempatan kali ini Radio Heartline Tangerang dalam Program “Dokter Menjawab” bekerja sama dengan Rumah Sakit umum Siloam akan membahas topik “Bijak Memilih Kontrasepsi” Bersama dengan Dr. Dyana S. Valies, SpOG(K), MKes.

Dyana menjelaskan bahwa kontrasepsi merupakan alat yang dapat mencegah terjadinya kehamilan. Ada sejumlah cara atau metode kontrasepsi yang bisa dipilih dan masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan agar pasangan yang membutuhkan dapat menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan keinginan masing-masing.

“Ada banyak pertimbangan sebelum memilih metode kontrasepsi, seperti kebiasan Anda sehari-hari, bagaimana kondisi tubuh Anda, kebutuhan Anda dan yang terpenting sesuai dengan bagaimana perencanaan dalam keluarga Anda,” tegas Diana.

Lebih lanjut, Dyana menjelaskan bahwa kontrasepsi dibagi mejadi dua yakni, Kontrasepsi Sederhana dan Modern (metode efektif). Kontrasepsi Sederhana adalah suatu cara yang dikerjakan sendiri oleh peserta KB tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu. Kontrasepsi sederhana terbagi menjadi dua, yakni tanpa alat yang terdiri dari metode kalender dan senggama terputus. Sedangkan, kontrasepsi dengan alat/obat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, dan diafragma.

Lantas, apa saja yang masuk kategori kontrasepsi modern? Dr.Dyana menjelaskan, kontrasepsi modern dibagi atas dua jenis yakni kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal. Kontrasepsi hormonal meliputi pil, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), suntikan, dan implan. Sedangkan kontrasepsi Non Hormonal dapat dilakukan dengan metode mantap, yaitu melalui operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita) dan vasektomi (sterilisasi pada pria).

Pil KB adalah suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil/tablet di dalam strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan hormon progesteron atau yang hanya terdiri dari hormon progesteron saja yang diperuntukan bagi para ibu yang menyusui. Sedangkan AKDR, atau juga disebut Intra Uterine Device (IUD), merupakan alat kontrasepsi yang bagi sebagian besar wanita dianggap pilihan terbaik. Alat ini dinilai efektif mencegah kehamilan dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil.

Sementara untuk kontrasepsi suntikan, dilakukan dengan menyuntikkan obat Depo Medorxi Progesterone Acetate(DMPA) di masa subur. Kontrasepsi suntik baik juga untuk wanita yang menyusui dan dipakai segera setelah melahirkan. Dan yang terakhir adalah implant. Mekanisme dari alat kontrasepsi implant adalah dengan menekan terjadinya ovulasi, mengentalkan lendir servik, menjadikan selaput rahim tipis dan atropi, serta dengan mengurangi transportasi sperma. Prinsipnya, implant dimasukkan di bawah kulit, dan dapat bertahan hingga 3-7 tahun tergantung jenisnya.

Namun, diantara beragam kontrasepsi tersebut, metode yang sudah jelas terbukti manjur adalah tubektomi, yakni tindakan pemutusan kedua saluran telur yang mengakibatkan wanita tidak dapat keturunan lagi. Dan sterilisasi pada pria disebut vasektomi. Jika salah satu pasangan telah disterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi konvensional lainnya.

Ingin berkonsultasi seputar kesehatan?

Dengarkan program Dokter Menjawab.
Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, pukul 13.00 WIB.
Hanya di Radio Heartline Tangerang 100,6 FM
Live Streaming di www.heartline.co.id
Apps: Heartline – Karawaci


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST