Heartline Network

Pentingnya Menaikan Batas Usia Perkawinan Perempuan

Koalisi Perempuan Indonesia kembali meyerukan agar pemerintah segera menaikan batas usia perkawinan perempuan. Pasalnya, batas usia pernikahan minimal di Indonesia saat ini, yakni 16 tahun, dinilai akan memunculkan berbagai masalah dalam kehidupan bagi perempuan.

Sekretaris Jenderal Perempuan Indonesia Dian Kartikasari, dalam peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Jakarta, mengatakan bahwa ada banyak aspek kerugian yang mendukung mengapa batas usia perkawinan perlu dinaikan, diantaranya:

 

  • Terganggunya masa pertumbuhan

Perkawinan di bawah usia 19 sangat berisiko pada kesehatan anak, karena mereka masih dalam tahap tumbuh, ungkap Dian. Lebih lanjut, bila anak tersebut hamil, akan terjadi perebutan gizi antara ibu dan janin. Bila akhirnya janin kalah, maka bayi akan dilahirkan dengan berat badan rendah. Namun, bila sang Ibu yang kalah, Ibu akan mengalami kondisi kurang gizi.

 

  • Panggul belum sempurna

Pada usia remaja, pertumbuhan panggul belumlah sempurna. Oleh sebab itu, hamil pada usia dini, akan memperbesar risiko kelainan panggul, dan menyebabkan kelahiran dengan operasi caesar.

 

  • Tingginya angka kematian Ibu

Penelitian menunjukkan bahwa hamil pada usia dini, akan membuat Ibu semakin berisiko mengalami preeklampsia atau tekanan darah tinggi. Sehingga berujung pada tingginya kematian pada Ibu muda.

 

  • Risiko kanker serviks meningkat

Hubungan seksual di usia remaja akan meningkatkan potensi perempuan terkena kanker serviks.

 

  • Melanggengkan kemiskinan

Rendahnya pendidikan masih membuat sebagian orang tua berpikir untuk segera menikahkan anaknya di usia muda. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga mereka. Padahal, pernikahan anak justru rentan akan perceraian. Sehingga berimbas pada pulangnya kembali sang anak dengan membawa buah hatinya kepada orang tuanya, dan akhirnya menambah beban sang orang tua kembali.

Berdasarkan sejumlah pertimbangan kerugian-kerugian diatas, maka pemerintah diharapkan dapat segera menaikan batas usia perkawinan perempuan di Indonesia.

 

Editor: Irene Leonardi / Heartline Tangerang


Artikel Terkait

Kehamilan Beresiko Tinggi

Kehamilan beresiko adalah kehamilan yang memiliki resiko tinggi terhadap meninggalnya calon bayi / ibu, resiko melahirkan bayi yang cacat, ataupun terjadi komplikasi kehamilan yang lebih besar bila...

Apa itu Hernia?

Hernia atau yang lebih dikenal dengan turun berok adalah kondisi yang terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan seperti bagian dari usus menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Bagian orga...

Mengenal Mimisan

Pernahkah Anda merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam hidung dan terasa amis atau asing? Jika pernah, maka Anda mengalami mimisan.

Mimisan atau yang dikenal dengan nama lainnya Epis...

Campak pada Anak

Banyak mitos mengatakan, jika anak terkena campak ia tidak diperbolehkan untuk mandi. Apakah mitos ini benar? Apa sebenarnya penyakit campak itu? Apa perbedaannya dengan penyakit rubella? Untuk itu...

Amankah Menggunakan Lensa Kontak?

Fungsi mata secara umum adalah organ penglihatan yang bertugas mendeteksi cahaya untuk memberikan pengertian visual. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40...