Heartline Network

Mitos / Fakta, Ibu Hamil Harus Makan Dua Kali Lipat?

Asupan nutrisi pada ibu hamil, memang selayaknya diperhatikan, agar selalu tercukupi. Namun, benarkah mitos yang beredar dimasyarakat, bahwa ibu hamil harus makan sebanyak dua kali lipat?

Berat badan dan asupan nutrisi bagi ibu hamil memang perlu diatur. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan janin tetap optimal dan kesehatan ibu tetap terjaga saat proses melahirkan.

Seorang ahli diet Chloe McLeod mengatakan bahwa, makanan yang dikonsumsi saat seseorang mengandung bukan hanya diperuntukkan bagi sang ibu saja, tetapi juga menjadi makanan bagi janinnya.

Dalam mengatur porsi makanan yang sehat seimbang bagi ibu hamil, juga disarankan untuk menambahkan makanan utuh kedalam porsi makanannya, diantaranya: sayuran, buah, kacang polong, kacang-kacangan biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

Ibu hamil juga wajib memperhatikan tiga nutrisi utama yang sangat diperlukan saat mengandung, diantaranya: asam folat, kalsium, dan zat besi.

Ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat dalam bentuk suplemen, disebabkan banyak makanan yang hanya mengandung kandungan asam folat yang rendah. Kekurangan asam folat, akan menyebabkan bayi lahir dengan kondisi spina bifida.

Nutrisi penting lainnya untuk ibu hamil, seperti kalsium dan zat besi, juga wajib diperhatikan. Pasalnya, jika ibu hamil kurang mendapat asupan nutrisi ini, akan menyebabkan melemahnya tulang ibu dan bayi.

McLeod juga menjelaskan bahwa, ibu hamil tidak wajib makan dengan porsi dua kali lipat. Ia mengatakan, “Bagi seseorang yang berada dalam kisaran berat normal dan sehat, selama trimester pertama tidak ada kebutuhan energi tambahan”.

Hal tersebut didasari oleh perhitungan bahwa, dalam sehari, pada usia kandungan trimester pertama, seorang ibu hamil hanya membutuhkan ekstra asupan sebanyak 1.400 kilojoule (340 kal). Sedangkan untuk asupan ekstra di usia kandungan trimester kedua, dibutuhkan 1.900 kilojoule (460 kal).

Asupan ekstra terbanyak, dibutuhkan seorang ibu yang sedang menyusui, dengan total 2000 kilojoule atau setara dengan 480 kal per hari. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila ibu yang sedang menyusui akan kehilangan banyak berat badan, dikarenakan energi yang dibutuhkan untuk menyusui  juga cukup besar.

Jadi kesimpulannya, ibu hamil tidak harus selalu berpatokan untuk makan dengan porsi dua kali lipat. Porsi makan dapat disesuaikan dengan kebutuhan asupan ekstra pada setiap jenjang usia kehamilan.

Editor: Irene Leonardi / Heartline Tangerang


Artikel Terkait

Management Lansia Sakit, Identifikasi dan Penanganan

Kesehatan sangatlah penting bagi manusia, apalagi ketika sudah berusia lanjut atau yang di sebut sebagai lansia. Tentu daya tahan tubuh mulai menurun dan organ-organ mulai tidak bisa beker...

Memahami Demam Berdarah Dengue

Menuju penghujung bulan Oktober, cuaca semakin tidak menentu. Saat siang hari cuaca bisa sangat panas, sedangkan pada malam hari dapat berubah menjadi hujan deras. Perubahan cuaca yang signifikan d...

Kenali Penyebab Rambut Rontok

Kerontokan rambut dikenal dengan istilah alopesia. Kondisi penurunan jumlah rambut pada kulit kepala ini pasti pernah dialami sebagian besar orang.

Kerontokan rambut dikatakan norm...

Fakta Antara Narkoba dan Remaja

Secara statistik, satu dari empat remaja di dunia telah menyalahgunakan atau disalahgunakan dengan obat resep. Yang diantaranya merupakan, pain killer (6%) dan nipam atau yang biasa disebu...

Susah Turunkan Berat Badan? Olahraga Ini Saja Yuk, Ladies!

Perempuan biasanya lebih concern dengan angka-angka, khususnya angka timbangan berat badan. Maka, tidaklah mengherankan bila sebagian besar perempuan, pasti pernah melakukan diet untuk men...