Heartline Network

Kenali Penyebab Rambut Rontok

Kerontokan rambut dikenal dengan istilah alopesia. Kondisi penurunan jumlah rambut pada kulit kepala ini pasti pernah dialami sebagian besar orang.

Kerontokan rambut dikatakan normal apabila rambut tidak rontok lebih dari 100 helai per hari. Apabila kerontokan melebihi batas normal, maka akan menyebabkan kondisi kebotakan.

Rambut yang rontok memang mebuat gusar. Lalu, apa yang menyebabkan kerontokkan rambut?

Berikut adalah berbagai penyebab kerontokan rambut:

  • Perubahan hormon

Kerontokan rambut yang disebabkan oleh perubahan hormon, biasa dialami oleh pria yang berusia diatas 50 tahun, ataupun wanita yang telah melewati masa menopause. Hormon yang diklaim menyebabkan kerontokan rambut adalah dihydrotestosterone (DHT).

  • Pengaruh gizi

Asupan gizi yang buruk juga dapat menyebabkan helai rambut yang tumbuh di kepala Anda menjadi tipis dan rapuh.

  • Zat kimia

Rambut yang terlalu sering menjalani proses kimia di salon kecantikan, juga lebih rentan mengalami kerontokan. Aktivitas mewarnai rambut, pengeritingan atau pelurusan secara permanen, juga diklaim menyebabkan batang rambut menjadi lebih rentan patah.

  • Diabetes, sindrom down, dan hipertiroidisme

Ketiga kondisi ini juga dapat menyebabkan kerontokan berjenis alopesia areata, yang ditandai dengan pitak seukuran koin besar.

  • Efek samping obat-obatan

Kerontokan juga dapat dipicu setelah mengkonsumsi obat untuk menangani penyakit arthritis, depresi, gangguan jantung, serta tekanan darah tinggi.

  • Tekanan psikologis

Berbagai tekanan psikologis seperti halnya stress dan depresi, dapat menyebabkan kerontokan yang bersifat sementara. Oleh sebab itu, milikilah pikiran yang sehat dan positif.

  • Penyakit kulit dan autoimun tertentu

Penyakit kulit yang menyebabkan tukak dan sejumlah penyakit autoimun lainnya dapat menyebabkan kerontokan permanen. Diantaranya, kondisi lichen planus, sarkoidosis, dan lupus.

  • Pengobatan kanker

Beragam pengobatan kanker seperti kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, dapat menyebabkan kerontokan rambut berjenis anagen effluvium, atau lebih dikenal dengan kerontokan menyeluruh. Namun, rambut akan kembali tumbuh setelah beberapa bulan pasien berhenti menjalankan kemoterapi.

 

Editor: Irene Leonardi / Heartline Tangerang

 


Artikel Terkait

Management Lansia Sakit, Identifikasi dan Penanganan

Kesehatan sangatlah penting bagi manusia, apalagi ketika sudah berusia lanjut atau yang di sebut sebagai lansia. Tentu daya tahan tubuh mulai menurun dan organ-organ mulai tidak bisa beker...

Memahami Demam Berdarah Dengue

Menuju penghujung bulan Oktober, cuaca semakin tidak menentu. Saat siang hari cuaca bisa sangat panas, sedangkan pada malam hari dapat berubah menjadi hujan deras. Perubahan cuaca yang signifikan d...

Kenali Penyebab Rambut Rontok

Kerontokan rambut dikenal dengan istilah alopesia. Kondisi penurunan jumlah rambut pada kulit kepala ini pasti pernah dialami sebagian besar orang.

Kerontokan rambut dikatakan norm...

Fakta Antara Narkoba dan Remaja

Secara statistik, satu dari empat remaja di dunia telah menyalahgunakan atau disalahgunakan dengan obat resep. Yang diantaranya merupakan, pain killer (6%) dan nipam atau yang biasa disebu...

Susah Turunkan Berat Badan? Olahraga Ini Saja Yuk, Ladies!

Perempuan biasanya lebih concern dengan angka-angka, khususnya angka timbangan berat badan. Maka, tidaklah mengherankan bila sebagian besar perempuan, pasti pernah melakukan diet untuk men...