Heartline Network

Memahami Demam Berdarah Dengue

Menuju penghujung bulan Oktober, cuaca semakin tidak menentu. Saat siang hari cuaca bisa sangat panas, sedangkan pada malam hari dapat berubah menjadi hujan deras. Perubahan cuaca yang signifikan dalam jangka waktu yang singkat ini dapat membuat tubuh kita rentan sakit.

Radio Heartline Tangerang, bekerjasama dengan RSU Siloam, melakukan siaran perdana program Dokter Menjawab. Pada siaran perdana ini, Dokter Menjawab mengundang dr. Patricia Gunawan, SpA. dengan mengangkat tema “Demam Berdarah Dengue”.

Pada kesempatan tersebut Dokter Patricia menjelaskan bahwa Demam Berdarah Dengue merupakan manifestasi atau dampak yang ditimbulkan dari virus Dengue. Virus Dengue merupakan virus yang ditularkan lewat nyamuk, yaitu nyamuk Aedes Aegypti dan nyamuk Aedes Albopictus.

Dokter Patricia membagikan informasi beberapa faktor yang membuat seseorang dapat terjangkit Demam Berdarah Dengue. Yang pertama adalah dari virusnya sendiri.

Virus Dengue memiliki 4 tipe dan setiap tipe berbeda tingkat penyakit yang ditimbulkannya. Kemudian, nyamuk juga menjadi faktor karena mereka yang menyebarkan virus Dengue ini.

Daya tahan tubuh kita juga memiliki peran dalam transmisi penyakit ini. Jika daya tahan tubuh kita lemah, virus ini dapat segera masuk dan membuat kita sakit.

Dikatakan juga bahwa selain daya tahan tubuh, faktor lingkungan juga berperan. Dalam lingkungan yang lembab, nyamuk hidup dengan nyaman. Curah hujan menimbulkan genangan-genangan air di jalan. Genangan air ini digunakan nyamuk untuk bertelur sehingga lebih banyak nyamuk muncul saat musim hujan.

Terdapat 3 fase dalam penyakit Demam Berdarah Dengue, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Fase demam biasanya berlangsung selama 3-4 hari. Pada fase ini, biasanya muncul gejala-gejala lain, yang tidak spesifik, seperti sakit kepala, sakit perut, timbul bintik merah, dan sebagainya.

Pada fase kritis, biasanya demam akan turun, tetapi tubuh terasa semakin lemas. Hal ini diakibatkan kebocoran pada pembuluh darah menuju puncaknya. Jika pasokan darah kurang, pasien dapat mengalami kondisi shock.

Yang terakhir adalah fase penyembuhan. Biasanya fase ini mulai telihat pada hari ke-enam atau ke-tujuh. Saat fase penyembuhan, pembuluh darah sudah stabil, demam tidak naik lagi, dan pasien kembali memiliki nafsu makan.

Dokter Patricia menegaskan bahwa pasien Demam Berdarah itu yang paling penting tidak boleh kekurangan carian. Pasien harus banyak minum. Cairan yang paling baik dikonsumsi adalah oralit, atau alternatif lainnya seperti, air putih, susu, dan jus buah.

Dokter Patricia juga menyarankan melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan lotion anti nyamuk, jangan membiarkan nyamuk berkembang biak, dan mendapatkan vaksin Dengue. Vaksin ini biasa diberikan pada anak usia 9-16 tahun.

Anda dapat bertanya seputar masalah kesehatan? Tanyakan pada ahlinya dalam program Dokter Menjawab. Setiap Senin, Rabu, Jum’at pukul 13.00-14.00 WIB, hanya di Radio Heartline 100,6 Fm.


Artikel Terkait

Memahami Infertilitas

Setiap pasangan  yang sudah menikah pasti akan mendambakan adanya keturunan yang akan melengkapi keluarga kecil mereka. Namun, ada juga yang masih ingin menikmati masa-masa berdua dengan pasan...

Kehamilan Beresiko Tinggi

Kehamilan beresiko adalah kehamilan yang memiliki resiko tinggi terhadap meninggalnya calon bayi / ibu, resiko melahirkan bayi yang cacat, ataupun terjadi komplikasi kehamilan yang lebih besar bila...

Apa itu Hernia?

Hernia atau yang lebih dikenal dengan turun berok adalah kondisi yang terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan seperti bagian dari usus menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Bagian orga...

Mengenal Mimisan

Pernahkah Anda merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam hidung dan terasa amis atau asing? Jika pernah, maka Anda mengalami mimisan.

Mimisan atau yang dikenal dengan nama lainnya Epis...

Campak pada Anak

Banyak mitos mengatakan, jika anak terkena campak ia tidak diperbolehkan untuk mandi. Apakah mitos ini benar? Apa sebenarnya penyakit campak itu? Apa perbedaannya dengan penyakit rubella? Untuk itu...