Heartline Network

Campak pada Anak

Banyak mitos mengatakan, jika anak terkena campak ia tidak diperbolehkan untuk mandi. Apakah mitos ini benar? Apa sebenarnya penyakit campak itu? Apa perbedaannya dengan penyakit rubella? Untuk itu, Radio Heartline Tangerang bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Siloam membahas seputar topik permasalahan “Campak pada Anak”, pada program siaran “Dokter Menjawab”.

dr. Patricia Yulita Gunawan, Sp. A mengatakan bahwa, campak adalah infeksi virus yang umumnya menyerang anak-anak. Campak juga sering terjadi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Ia menerangkan bahwa dari penelitian yang sudah dilakukan, campak sering terjadi pada anak-anak usia balita usia 2 tahun. Campak juga sangat mudah menular, penularannya melalui udara. Gejala selanjutnya akan mucul pada jangka 7 sampai 14 hari.

Menurutnya, sebenarnya bayi sejak lahir sudah mendapatkan daya tahan tubuh atau kekebalan tubuh (imun) dari ibunya, tapi daya tahan ini hanya akan menjaga bayi sampai berumur 9 bulan. Dianjurkan setelah bayi berumur lebih dari 9 bulan orang tua wajib melakukan imunisasi secepatnya.

Komplikasi dari campak bisa sangat berbahaya, ujarnya. Meski jumlah penderita komplikasi campak cukup sedikit, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Contoh-contoh komplikasinya adalah radang pada telinga, bronkitis, infeksi paru-paru (pneumonia), dan infeksi otak (ensefalitis).

dr. Patricia juga menjelaskan bahwa kelompok orang yang berisiko mengalami komplikasi, diantaranya: bayi berusia di bawah satu tahun, anak-anak dengan kondisi kesehatan buruk, orang dengan penyakit kronis,orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Berikut merupakan gejala yang akan timbul pada pasien yang terkena virus campak: demam tinggi, muncul ruam-ruam merah di sekitar kepala, kemudian ruam keseluruh badan, mata merah berair dan sangat sensitif dengan cahaya, disertai juga dengan batuk dan pilek.

Ia menjabarkan bahwa, gejala-gejala yang akan timbul pada anak-anak yang terjangkit virus campak akan sangat berbahaya, apabila sebelumnya sang anak mempunyai riwayat kejang-kejang. Hal tersebut disebabkan karena panas tinggi yang ditimbulkan saat terjangkit virus campak, akan membuat anak tersebut kejang-kejang. Jadi, Patricia menganjurkan agar segera memeriksakan anak-anak Anda ke dokter jika gejala-gejala diatas sudah mulai muncul, sehingga anak akan mendapat penanganan yang tepat dan cepat.

Seringkali banyak mitos mengatakan bahwa jika terkena campak, anak tidak boleh dimandikan. Ini justru anggapan yang salah. Menurut Patricia, anak yang terkena campak justru harus dimandikan atau dibersihkan, karena jika tubuh anak tidak dibersihkan atau kotor, kemudian menggaruk ruam- ruam yang ada sampai terluka, maka akan terkena virus bakteri yang kemudian menjadi berbahaya bagi anak itu sendiri.

Solusi penanganan penyakit campak memang tidak memiliki obat khusus, tapi lebih kepada imunasi yang benar dan tepat waktu serta menjaga kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang virus atau bakteri.

Imunisasi campak sendiri ada dua macam, yang pertama imunasi tunggal, atau imunisasi yang khusus untuk penyakit campak saja. Tahap pertama diberikan pada usia 9 bulan, kemudian pada usia 2 tahun. Mengapa harus dilakukan vaksin campak sampai dua kali? Karena pada usia 9 bulan, kemungkinan anak tersebut masih memilki daya imun dari sang ibu, sehingga vaksin campak ini tidak akan berpengaruh. Sehingga selanjutnya harus dilakukan sekali lagi pada usia 2 tahun.

Dokter Patricia juga menjelaskan bahwa, campak dan rubella merupakan dua penyakit yang berbeda. Walau gejala yang akan muncul cenderung sama, namun ada perbedaan antara rubella dan campak. Rubella atau yang lebih dikenal dengan campak jerman, akan menimbulkan gejala: demam yang tidak terlalu tinggi seperti campak, dan jangka sakitnya hanya berlangsung 2-3 hari saja.

Ingin berkonsultasi seputar masalah kesehatan?

Mari mendengarkan program "Dokter Menjawab"

Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, pukul 13.00 WIB

Hanya di Radio Heartline Tangerang 100,6 FM

Live Streaming di www.heartline.co.id

Apps: Heartline-Karawaci

 


Artikel Terkait

Memahami Infertilitas

Setiap pasangan  yang sudah menikah pasti akan mendambakan adanya keturunan yang akan melengkapi keluarga kecil mereka. Namun, ada juga yang masih ingin menikmati masa-masa berdua dengan pasan...

Kehamilan Beresiko Tinggi

Kehamilan beresiko adalah kehamilan yang memiliki resiko tinggi terhadap meninggalnya calon bayi / ibu, resiko melahirkan bayi yang cacat, ataupun terjadi komplikasi kehamilan yang lebih besar bila...

Apa itu Hernia?

Hernia atau yang lebih dikenal dengan turun berok adalah kondisi yang terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan seperti bagian dari usus menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Bagian orga...

Mengenal Mimisan

Pernahkah Anda merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam hidung dan terasa amis atau asing? Jika pernah, maka Anda mengalami mimisan.

Mimisan atau yang dikenal dengan nama lainnya Epis...

Campak pada Anak

Banyak mitos mengatakan, jika anak terkena campak ia tidak diperbolehkan untuk mandi. Apakah mitos ini benar? Apa sebenarnya penyakit campak itu? Apa perbedaannya dengan penyakit rubella? Untuk itu...