Heartline Network

Apa itu Hernia?

Hernia atau yang lebih dikenal dengan turun berok adalah kondisi yang terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan seperti bagian dari usus menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Bagian organ tersebut muncul melalui bukaan atau area lemah dalam dinding otot, sehingga muncul tonjolan atau benjolan.

Penderita hernia dapat terjadi pada kalangan pria maupun wanita, bahkan pada kalangan bayi kasus hernia sering ditemukan. Untuk itu perlu diwaspadai sejak dini, dengan mengenali gejalanya dari awal, kita bisa melakukan langkah antisipasi untuk pencegahan dan pengobatannya. Karena jika lama kelamaan penderita hernia ini tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka akan membahayakan dan membuat penderitanya merasakan sakit yang teramat menyiksa dan akan mengganggu jalannya aktifitas sehari hari.

Untuk itu, mari kenali gejala dan faktor penyebab terjadinya hernia. Pada kesempatan kali ini, Radio Heartline bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Siloam akan membahas topik seputar “Hernia” bersama dr. Jeremi Sebastian, SpB.

dr. Jeremi menjelaskan, berdasarkan tata letaknya hernia terbagi menjadi beberapa jenis, namun jenis hernia yang paling sering dialami adalah hernia inguinalis, dimana pria memiliki resiko yang paling tinggi untuk mengalaminya. Jenis hernia ini terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Yang ke dua yaitu, hernia femoralis, terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat kebagian atas paha bagian dalam. Dimana resiko wanita untuk terkena, lebih tinggi dari pada pria.

Selanjutnya hernia umbilicus yang terjadi saat, jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, deket pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar pada tali pusar yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir.

Yang terakhir yaitu, hernia diafragma yaitu menonjolnya organ perut kedalam rongga dada melalui lubang pada diafragma (sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut). Sama seperti hernia umbilikus, hernia ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.

Penyakit Hernia bisa terjadi kepada siapa saja tanpa mengenal usia. dr.Jeremi juga menjelaskan beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita hernia seperti, merasakan sakit pada bagian bawah perut, ini mengindikasikan bahwa jaringan lemak usus telah masuk pada celah sempit yang terbuka dibagian otot perut, sehingga akan merasakan sakit saat bergerak. Kemudian terdapat tonjolan yang keluar melalui bagian atas paha atau selangkangan.

Setelah tadi diuraikan gejala hernia, Anda juga harus mengetahui secara lengkap faktor penyebab munculnya hernia. Penyakit hernia yang sering menimpa kalangan pria memang sering dipicu oleh pekerjaan berat yang biasa dilakukan. Disamping itu hernia juga bisa disebabkan karena adanya kelainan yang muncul sejak lahir, yakni karena terbukanya celah pada dinding perut yang tidak menutup secara sempurna. Ini biasannya dialami oleh penderita hernia kalangan balita. Hernia juga dapat pula lebih timbul atau menonjol karena tekanan yang diakukan oleh penderita, entah itu pada saat batuk. Pasalnya, tekanan yang terjadi saat batuk akan meberikan efek lebih besar bagi penderita hernia ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala seperti di atas, dr. Jeremi menyarankan untuk langsung konsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan meakukan pemeriksaan hernia menggunakan USG. Dalam proses USG, gelombang suara berfrekuensi tinggi akan digunakan untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam organ tubuh.

Tetapi, hernia juga dapat mengakibatkan gangguan usus atau terhambatnya aliran darah pada jaringan yang terjepit. Kedua komplikasi di atas adalah kondisi gawat darurat. Anda dianjurkan untuk segera ke rumah sakit, jika mengalaminya. Risiko terjadinya komplikasi akibat hernia cenderung berbahaya. Karena itu, dokter umumnya menganjurkan para penderita hernia untuk menjalani operasi.

Meski demikian, ada juga jenis hernia yang tidak membutuhkan operasi. contohnya hernia umbilicus, yang biasanya dapat sembuh sendiri dan hernia hiatus, yang terkadang dapat ditangani dengan obat-obatan.

Beliau juga mengatakan bahwa hernia bisa dicegah dengan cara berolahraga dengan teratur dan tidak merokok. Pasalnya, oksigenasi buruk akibat merokok dapat menyebabkan kerusakan otot dan kelemahan otot, yang menjadi sasaran utama perkembangan hernia.

 

Ingin berkonsultasi seputar kesehatan?

Dengarkan program Dokter Menjawab.

Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, pukul 13.00 WIB.

Hanya di Radio Heartline Tangerang 100,6 FM

Live Streaming di www.heartline.co.id

Apps: Heartline - Karawaci

 


Artikel Terkait

Memahami Infertilitas

Setiap pasangan  yang sudah menikah pasti akan mendambakan adanya keturunan yang akan melengkapi keluarga kecil mereka. Namun, ada juga yang masih ingin menikmati masa-masa berdua dengan pasan...

Kehamilan Beresiko Tinggi

Kehamilan beresiko adalah kehamilan yang memiliki resiko tinggi terhadap meninggalnya calon bayi / ibu, resiko melahirkan bayi yang cacat, ataupun terjadi komplikasi kehamilan yang lebih besar bila...

Apa itu Hernia?

Hernia atau yang lebih dikenal dengan turun berok adalah kondisi yang terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan seperti bagian dari usus menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Bagian orga...

Mengenal Mimisan

Pernahkah Anda merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam hidung dan terasa amis atau asing? Jika pernah, maka Anda mengalami mimisan.

Mimisan atau yang dikenal dengan nama lainnya Epis...

Campak pada Anak

Banyak mitos mengatakan, jika anak terkena campak ia tidak diperbolehkan untuk mandi. Apakah mitos ini benar? Apa sebenarnya penyakit campak itu? Apa perbedaannya dengan penyakit rubella? Untuk itu...