GAGAL JANTUNG: Penyebab & Penanganan

Written by on December 15, 2017

Gagal jantung merupakan kondisi di mana terjadinya penurunan fungsi pompa jantung. Seseorang dengan gagal jantung, kualitas hidupnya akan menurun karena gejala-gejala yang dialami, seperti sesak nafas dan cepat lelah saat beraktivitas. Lantas apakah seseorang yang mengalami gagal jantung bisa kembali normal dan Bisa kembali beraktivitas seperti biasa?

Dokter Menjawab kali ini akan membahas bagaimana hidup dengan gagal jantung. Radio Heartline FM Tangerang bersama dengan dr. Indah Sukmawati, SpJP-FIHA. dari Rumah Sakit Umum Siloam, akan membahas mengenai gagal jantung dan menjawab pertanyaan mengenai masalah jantung.

Biasanya seseorang yang mengalami gagal jantung disebabkan oleh pecahnya plak lemak yang ada di pembuluh darah koroner jantung. Dokter Indah menambahkan bahwa hal tersebut dapat terjadi saat pembuluh darahnya tidak terlalu banyak plak atau tidak terlalu menyempit, namun pembuluh darah seperti kram, atau mengerut.

Keluhan yang dialami pasien penyakit jantung biasanya ada limitasi aktivitas. Misalnya saat naik tangga di rumah saja, nafas sudah terengah-engah. Sesak nafas ini dapat diakibatkan karena kelebihan cairan. Pasien dapat mengecek kaki apakah terjadi pembengkakan atau tidak. Caranya dengan menekan jari ke tulang kering, kalau ada bekas jari, berarti ada kelebihan cairan.

Untuk orang yang tidak kelebihan cairan, biasanya kulit akan tetap kenyal (tidak ada bekas jari). Biasanya kelebihan cairan bermula di kaki karena pengaruh gravitasi. Namun, jika di kaki sudah terlalu penuh, cairan akan naik ke perut. Perut akan terasa bloated atau penuh. Kemudian naik ke paru yang akan membuat pasien semakin sesak. Biasanya kalau sudah sampai di paru, pasien sudah harus bertemu dokter di UGD atau di poli jantung.

Untuk penanganan awal, pasien harus mengetahui apa penyakitnya. Ada pasien yang tidak mengerti dia sakit apa. Menurut Dokter Indah, pasien harusnya belajar dan mencari informasi, supaya tau sakitnya apa. Kalau pasien gagal jantung merasa sesak, itu karena carian berlebihan.

Biasanya pasien sudah mengetahui obat yang diberikan dokter ada yang bisa untuk mengurangi cairan dalam tubuh. Selain itu, asupan cairan harus dikurangi saat merasa sesak. Saat pasien merasa sesak jangan banyak minum.

Jika pasien juga memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan tiba-tiba merasa nyeri di dada, bisa meminum obat yang sudah diresepkan oleh dokter untuk mengurangi nyeri. Tetapi jika dalam 5 menit masih nyeri dada, minum obat untuk kali kedua. Jika masih merasakan nyeri, pasien sebaiknya langsung dibawa ke UGD.

Dokter Indah mengatakan bahwa nyeri dada ada banyak macamnya. Untuk menentukan nyeri dada itu dari serangan jantung atau tidak, dapat dilihat dari faktor resikonya. Apakah pasien memiliki faktor resiko seperti hipertensi, merokok, kolestrol, atau keturunan. Semakin tinggi probabilitasnya, maka semakin tinggi kemungkinan nyeri dadanya diakibatkan serangan jantung atau penyakit jantung koroner. Jadi, yang paling penting mengetahui faktor resiko apa yang kita miliki.

 

Seseorang dengan riwayat penyakit jantung sebenarnya tidak bisa pulih sepenuhnya. Hal ini disebabkan karena bila seseorang sudah mengalami gagal jantung, jantungnya sudah rusak. Untuk kondisi jantung kembali normal, seperti sebelum mengalami gagal jantung, sampai saat ini belum ada caranya.

Saat ini, yang dapat diupayakan oleh dokter adalah meski sudah gagal jantung, pasien masih bisa beraktivitas seperti biasa. Pasien masih bisa bekerja, bersekolah, dan berolahraga sama seperti orang normal lainnya.
Namun, sebelum melakukan aktivitas seperti olahraga, pasien melakukan treadmill test. Tes ini akan dipantau oleh dokter ahli jantung untuk melihat sampai mana batas kemampuan olahraganya. Dari tes tersebut akan didapatkan data metabolic equivalents (METs). Jika pasien mendapatkan score 7 METs, pasien dapat berolahraga seperti biasa. Jika mendapatkan 10-13 METs, pasien bahkan bisa mendaki gunung.

Tes ini dilakukan di dalam ruangan yang terkontrol dengan alat medis yang lengkap tersedia dan pantauan dokter. Ada resiko dengan tes tersebut, seseorang bisa pingsan bahkan bisa serangan jantung di tempat, karena jantung diberi beban. Setelah tes tersebut, didapatkan data apakah pasien memiliki gangguan irama atau tidak, tensinya, dan potensi respon terhadap aktivitas fisik itu.

Nanti bisa diprediksi apakah dalam 5 atau 10 tahun ke depan pasien dapat terkena stroke atau tidak. Kapasitas fungsionalnya bagaimana, kalau misalnya hanya 4 METs, naik tangga saja nafasnya sudah terganggu. Dari hasil tes tersebut dokter dapat memberi nasehat aktivitas apa yang saat ini bisa dilakukan.

Dokter Indah mengatakan bahwa biasanya pasien yang baru saja mengalami gagal jantung akut, olahraga yang bisa dilakukan hanya jalan santai. Jalan kaki 15 menit, 3-5 kali seminggu. Kalau sudah toleran, bisa ditingkatkan ke jogging ringan, lari, bersepeda, atau berenang. Itu olahraga yang bersifat aerobik.

 

Ingin berkonsultasi seputar kesehatan?

Dengarkan program Dokter Menjawab.

Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, pukul 13.00 WIB.
Hanya di Radio Heartline Tangerang 100,6 FM
Live Streaming di www.heartline.co.id
Apps: Heartline – Karawaci
Youtube & Soundcloud: Heartline Network


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track
Title
Artist