Heartline Network

Direktur Pussbik: PLN Dinilai Lemah Dalam Pengawasan Di Lapangan

Lampung - Direktur Eksekutif Pusat Studi dan Strategi Kebijakan Publik (Pussbik) Aryanto Yusuf menyoroti keluhan pelanggan PLN terkait tagihan pembayaran membengkak. Yusuf mengatakan, kerap terjadinya kesalahan data dalam pemakaian daya listrik oleh pelanggan konsumen, bukan permasalahan baru.

Akibatnya, konsumen pelanggan PLN terpaksa harus menerima beban tersebut, dengan membayar tagihan PLN, yang tidak sesuai dengan pemakaian penggunaan daya listrik. Ujarnya  Adapun faktor penyebab kesalahan data dalam pemakaian daya.

Yusuf menuturkan, biasanya timbul dari kesalahan petugas pencatat meteran kWh listrik di lapangan. Terkadang data yang didapatkan petugas tidak sesuai dengan penggunaan daya listrik oleh konsumen. 

Sebab, petugas dilapangan menyetorkan data tidak akurat. "Seperti petugas langsung main tembak saja jumlah meteran Kwh listrik pelanggan. Kemudian terdapar petugas nakal yang tidak turun ke lokasi dan membuat data sendiri. Akibatnya, pembayaran tagihan menjadi membekak hingga 2 sampai tiga kali lipat," bebernya. 

Melihat permasalahan yang terjadi, lanjut dia, artinya PLN dinilai lemah dalam melakukan pengawasan kepada petugas dilapangan maupun petugas pihak ketiga.  Seharusnya permasalahan tersebut, menjadi perhatian serius PLN untuk segera menanganinya, agar konsumen juga mendapatkan hak-haknya sebagai konsumen, dalam menerima pelayanan yang baik, mestinya itu yang terus ditingkatkan dari PLN, ungkapnya. 

Menurut Yusuf, permasalahan dari petugas pencatat meteran kWh listrik dilapangan adalah merupakan permasalahan yang mendasar dan tiap tahun selalu terjadi, bahkan sudah puluhan tahun. Dengan demikian, Yusuf menilai PLN disini tidak mau belajar dari kesalahan-kesalahan.

Maka dari itu, PLN harus memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum tersebut. Sedangkan konsumen pelanggan yang merasa dirugikan PLN harus menggantinya dengan bentuk konpensasi. Kemudian sejumlah pelanggan mengalami kepanikan dan harus bolak-balik mengurus kelebihan pemakaian daya, sebutnya. 

Yang mesti diingat oleh PLN, terusnya adalah pelanggan konsumen dilindungi oleh dua undang-undang (UU). Pertama UU Perlindungan Konsumen dan kedua UU Pelayanan Publik. 

Mengacu dua UU tersebut, secara tidak langsung konsumen dijamin oleh dua UU. Seyogyanya, PLN terus berkewajiban untuk meningkatkan kualitas pelayanan publiknya. Tanpa ada catatan yang kurang baik dari catatan petugas PLN. 

Yang sangat disayangkan, pembayaran PLN yang selalu naik, namun tidak diberbarengi dengan pelayanan yang baik. Diperlukan dan harus dilalukkan pemebenahan internal.


Artikel Terkait

Buka Puasa Bersama Radio Heartline FM

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh sukacita bagi umat Islam dimanapun mereka berada. Selain merupakan bulan yang tepat untuk lebih menjalankan ibadah, bulan Ramadhan juga merupakan bulan yang dirasa tepat untuk lebih berbagi kasih dengan sesama.

Momen berbagi kasih inilah yang...

Pemprov Lampung Segera Bentuk Tim Pengentasan Kemiskinan

Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung segera membentuk tim pengentasan kemiskinan daerah yang bertugas menjalankan strategi penanggulangan kemiskinan dan berkoordinasi dengan program-program di satuan kerja terkait. 

"Kita telah membuat strategi daerah dalam pen...

BBPOM Klaim Belum Temukan Produk Mie Asal Korea di Lampung

Lampung - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung mengklaim produk mie instan asal Korea belum ditemukan di Provinsi Lampung. Kepala Seksi Layanan dan Informasi BBPOM Bandar Lampung Tri Suyarto mengatakan produk mie instan asal Korea tidak beredar di Bumi R...

Neraca Perdagangan Provinsi Lampung Surplus

Lampung - Nercara perdagangan Provinsi Lampung pada Mei 2017 mengalami surplus menyusul nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. 

"Neraca perdagangan Provinsi Lampung surplus 13,07 juta dolar Amerika Serikat," kata Kepala badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Yeane Ir...

Flyover Stop Sementara

Lampung - PT Dewanto selaku pengembang flyover jalan ZA Pagar - Teuku Umar atau simpang Mall Boemi Kedaton menyatakan menghentikan sementara pembangunan flyover mulai hari ini. Langkah itu dilakukan karena sudah memasuki libur hari raya Idul Fitri. 

"Hari ini ki...