Heartline Network

Sidang Dugaan Korupsi e-KTP, Ade Komarudin Disebut Terima Rp 1 M

Lampung - Bekas Ketua DPR RI Ade Komarudin kembali disebut menerima uang hasil korupsi pengadaan KTP elekronik tahun anggaran 2011-2012. Keterangan tersebut disampaikan terdakwa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. 

Menurut Irman, Ade Komarudin menerima uang dari terdakwa Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto. Serta Ketua Pengadaan Barang/Jasa Kementerian Dalam Negeri Drajat Wisnu Setyawan. 

"Pernah melalui Pak Giharto dan Pak Drajat," kata Irman menjawab pertanyaan anggota majelis hakim Emilia. 

Menurut Irman, uang tersebut diberikan memang karena diminta Ade Komarudin untuk membiayai kegiatannya sebesar Rp 1 miliar. 

"Enggak mungkinlah saya ngasih uang tanpa permintaan," kata Irman. 

Pemberian uang tersebut sebelumnya sudah diakui Drajat ketika bersaksi di Pengadilan Negeri Tipikor. Waktu itu, Drajat mengakui diperintahkan Irman dan mengantarkan uang tersebut ke rumah dinas Ade Komaruddin di Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam persidangan sebelumnya, Ade Komaruddin telah membantah menerima uang yang ditaruh dalam bungkusan karena tidak lagi tinggal di Kompleks perumahan DPR RI sejak tahun 2005. 

Dalam surat dakwaan, politikus Partai Golkar itu disebut menerima uang 100 ribu Dolar Amerika Serikat dari uang korupsi pengadaan KTP berbasis chip itu.


Artikel Terkait

Buka Puasa Bersama Radio Heartline FM

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh sukacita bagi umat Islam dimanapun mereka berada. Selain merupakan bulan yang tepat untuk lebih menjalankan ibadah, bulan Ramadhan juga merupakan bulan yang dirasa tepat untuk lebih berbagi kasih dengan sesama.

Momen berbagi kasih inilah yang...

Pemprov Lampung Segera Bentuk Tim Pengentasan Kemiskinan

Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung segera membentuk tim pengentasan kemiskinan daerah yang bertugas menjalankan strategi penanggulangan kemiskinan dan berkoordinasi dengan program-program di satuan kerja terkait. 

"Kita telah membuat strategi daerah dalam pen...

BBPOM Klaim Belum Temukan Produk Mie Asal Korea di Lampung

Lampung - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung mengklaim produk mie instan asal Korea belum ditemukan di Provinsi Lampung. Kepala Seksi Layanan dan Informasi BBPOM Bandar Lampung Tri Suyarto mengatakan produk mie instan asal Korea tidak beredar di Bumi R...

Neraca Perdagangan Provinsi Lampung Surplus

Lampung - Nercara perdagangan Provinsi Lampung pada Mei 2017 mengalami surplus menyusul nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. 

"Neraca perdagangan Provinsi Lampung surplus 13,07 juta dolar Amerika Serikat," kata Kepala badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Yeane Ir...

Flyover Stop Sementara

Lampung - PT Dewanto selaku pengembang flyover jalan ZA Pagar - Teuku Umar atau simpang Mall Boemi Kedaton menyatakan menghentikan sementara pembangunan flyover mulai hari ini. Langkah itu dilakukan karena sudah memasuki libur hari raya Idul Fitri. 

"Hari ini ki...