Ini Cara BERSAMA Mereduksi Permintaan NARKOBA di Indonesia

Written by on March 13, 2018

Ancaman bahaya NARKOBA tentu bukan hal yang asing bagi bangsa ini. Bayangkan saja, data mencatat bahwa terdapat angka Rp 72 Triliun/tahun yang dikeluarkan masyarakat Indonesia sebagai pengeluaran belanja NARKOBA. Angka ini tentunya semakin meningkat, seiring berubahnya peta wilayah Indonesia yang tidak lagi menjadi negara transit peredaran NARKOBA, melainkan negara sasaran peredaran NARKOBA.

Pada tahun 2014, Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama Universitas Indonesia (UI) mengadakan penelitian berkaitan dengan jumlah pecandu NARKOBA. Dari penelitian tersebut, terdapat angka sebesar 4,1 juta pengguna NARKOBA di Indonesia. Dalam penelitian yang sama, diprediksi  bahwa pada tahun 2016 akan ada 4,5 juta pengguna NARKOBA di Indonesia. Cukup mencengangkan karena faktanya, justru terdapat 5,8 juta pengguna NARKOBA di sepanjang tahun 2016, yang artinya melonjak drastis dari apa yang telah diprediksikan sebelumnya.

Ditemui dalam program radio talkshow Heartline Coffee Morning di Radio Heartline Tangerang pagi tadi (13/03/18), Ketua Umum BERSAMA (Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama) Mayjen. Pol. (P) Drs. Putera Astaman mengatakan bahwa sesuai istruksi Presiden tahun 2016, dirinya dan segenap jajaran pengurus BERSAMA siap untuk memerangi NARKOBA, khususnya di DKI Jakarta.

Beliau menjelaskan bahwa, saat ini untuk mempersempit peredaran NARKOBA tidak cukup hanya dengan kegiatan penyuluhan. “Kalau dulu untuk mempersempit peredaran NARKOBA, cukup hanya dengan melakukan penyuluhan, lain hal nya sekarang. Harus dilakukan pembinaan, supaya bangsa dapat membentengi diri,” ujarnya.

Benteng utama anak adalah keluarganya. Sebenarnya tidak sulit untuk mendeteksi dini, apakah anggota keluarga (khususnya anak) ada yang menggunakan NARKOBA. Darius Sahelangi sebagai Kabid. Organisasi dan Hukum BERSAMA menjelaskan bahwa, selain dari pendekatan emosional, seorang pengguna NARKOBA juga dapat diketahui dari ciri-ciri fisik nya, diantaranya: bodoh (prestasi yang menurun karena sulit fokus), bolos, bohong, bangkang, bebal, beser, berubah (fisik & psikis), dll.

Dalam talkshow pagi tadi yang diadakan oleh Radio Heartline Tangerang tersebut, juga turut hadir DR. Budiharjo dan Yusuf Marwoto selaku Wakil Ketua BERSAMA. Budi mengatakan bahwa dalam waktu dekat, BERSAMA sebagai organisasi masyarakat mitra pemerintah, akan melakukan serangkaian tindakan nyata, diantaranya: sensus NARKOBA, mengerahkan relawan garda terdepan untuk menjalankan fungsi tugas & tangung jawabnya, serta bersama kepolisian akan mengusut tempat hiburan yang terindikasi peredaran NARKOBA berdasarkan laporan yang ada.

Masyarakat boleh saja menyaksikan maraknya penangkapan pengedar atau Bandar narkoba setiap hari di berita, namun yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa  seakan mata rantai NARKOBA tidak kunjung putus. Menanggapi hal ini, Putera kembali menegaskan bahwa peredaran NARKOBA di Indonesia tidak terlepas dari faktor supply and demand.

“Kita mungkin sulit mencegah supply NARKOBA yang masuk. Namun, kita dapat bergerak untuk mencegah demand NARKOBA yang tinggi,” ujar Putera. Untuk itulah Beliau mengatakan bahwa garda terdepan BERSAMA siap bergerak untuk merangkul para keluarga dalam hal membentengi generasi penerus bangsa, karena keluarga adalah benteng pertama ketahanan nasional.

Putera juga menjelaskan bahwa tes urin penting dilakukan bagi setiap anggota keluarga. Dengan demikian, keluarga akan cepat megetahui bilamana ada anggota keluarga yang mengkonsumsi NARKOBA. Sehingga, akhirnya diharapkan keluarga dapat memberi penanganan & pertolongan yang tepat kepada anggota keluarganya yang menjadi pengguna NARKOBA.

Seorang pecandu NARKOBA mungkin membutuhkan waktu satu tahun untuk direhabilitasi. Namun, yang membuat prihatin, mereka membutuhkan waktu hampir seumur hidup untuk dapat sembuh. Untuk itu, diakhir program talkshow yang disiarkan Radio Heartline Tangerang, segenap pemimpin dan jajaran pelaksana BERSAMA menyerukan agar masyarakat Indonesia dapat bersatu hati mempersepsikan bahwa NARKOBA adalah kemudaratan bangsa. Masyarakat diajak untuk bergabung menjadi mitra-mitra laskar BERSAMA, yang memiliki komitmen untuk tidak mau menjadi pengguna NARKOBA.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai aktivitas BERSAMA, silahkan hubungi: 021-7221810

Editor: Irene Leonardi / Radio Heartline Tangerang


Current track

Title

Artist