Heartline Network

Nilai yang Benar, Tentukan Bisnis yang Sukses

Akhir-akhir ini, banyak orang yang gemar menggunakan batik pada aktivitas sehari-hari. Batik pun menjadi semakin identik dengan rasa nasionalisme sejak ditetapkannya “Hari Batik Nasional”. Namun, tidak sedikit juga yang masih merasa bahwa batik merupakan sesuatu yang “jadul” atau terlalu formal untuk digunakan sehari-hari.

Erry Sutandi selaku CEO Batik Parang Kencana, mengatakan bahwa sekarang ini batik sudah mengikuti tren busana di luar negeri, seperti warna dan pattern apa yang menjadi tren di tahun ini. Batik Parang Kencana sendiri berusaha mengikuti zaman, tapi tetap menjalani proses atau aturan dari batik yang seharusnya. Hal tersebut menjadi tantangan perusahaan batik untuk terus kreatif sehingga pelanggan akan menghargai kalau batik tidak stagnan.

Saat ditanya, bagaimana awal mula Ia memutuskan berbisnis batik, Erry menjelaskan bahwa, bisnis ini dimulai dari kegemaran ibunya yang gemar dengan batik. Ibunda Erry juga memiliki banyak pengalaman dengan batik. Karena kegemarannya dengan batik, akhirnya beliau membuat batik sendiri dibantu dengan tim.

Parang Kencana sendiri memiliki arti yang indah untuk perusahaan batik milik Erry. Parang merupakan motif batik kerajaan yang biasanya hanya digunakan kerajaan di Jawa saat ada acara khusus dan merupakan motif utama yang agung. Sedangkan, Kencana berarti emas. Dengan menggabungkan kedua kata tersebut, Erry berharap bahwa perusahaan yang dia pimpin akan menjadi perusahaan yang agung, yang emas, yang bisa abadi.

Untuk menjadikan sebuah perusahaan yang berhasil dan sukses, tentu butuh kepemimpinan yang benar. Erry mengatakan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkannya adalah dengan cara pendekatan, dengan membangun sebuah hubungan dengan karyawan atau client. Hal ini diharapkan agar pihaknya mengetahui apa yang masyarakat inginkan dan mereka mengetahui apa yang dapat kami berikan.

Djoko Kurniawan sebagai seorang senior business consultant menambahkan bahwa, ketika pemimpin memiliki ikatan yang kuat dengan karyawannya, biasanya karyawannya cenderung bekerja dengan senang melayani pelanggan.

Untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis, pasti ada proses yang dilewati dan tidak semua proses mudah dihadapi. Pasti muncul tantangan-tantangan yang sulit untuk dilewati, namun harus tetap bisa diselesaikan. Untuk naik kelas, harus menghadapi beberapa tantangan agar bisa menjadi lebih dahsyat. Tapi bila pebisnis memiliki nilai yang benar, segala macam kesulitan tersebut akan dapat diatasi.

Menurut Djoko, ada dua kelompok pebisnis, yaitu pebisnis yang bekerja dengan nilai yang benar dan pebisnis yang bekerja dengan nilai yang kurang benar. Pebisnis yang bekerja dengan nilai yang benar, tidak berarti tidak ada godaan. Tidak ada satu pun pebisnis yang tidak ditinggalkan oleh karyawannya. Djoko mengatakan bahwa seorang pemimpin harus bisa memiliki metode menstandarkan orang sehingga bisnisnya dapat tetap berjalan.

Erry pun membagikan prinsip-prinsip yang dipegang olehnya, yakni jujur, komitmen, dan integritas. Baginya, komitmen harus tersampaikan dengan benar. Pemimpin wajibmengetahui dimana dirinya berada. Hal yang paling penting bagi Erry adalah kejujuran. Kalau tidak jujur, orang tidak akan percaya.

 

Inspiration with Djoko Kurniawan

Setiap hari Rabu

Pukul 16.00 - 16.30 WIB

Hanya di Radio Heartline 1006 FM!

Live streaming: www.heartline.com

Apps: Heartline-Karawaci


Artikel Terkait

Nilai yang Benar, Tentukan Bisnis yang Sukses

Akhir-akhir ini, banyak orang yang gemar menggunakan batik pada aktivitas sehari-hari. Batik pun menjadi semakin identik dengan rasa nasionalisme sejak ditetapkannya “Hari Batik Nasional”. Namun, tidak sedikit juga yang masih merasa bahwa batik merupakan sesuatu yang “jadul<...

Pesta di Rumah BKK yang Bersahaja

Minggu siang, 1 Oktober 2017, di daerah Manahan, kota Solo.  Di sebuah rumah tua yang rapi dan bersih, sedang ada “pesta” sederhana.  Tamu tak banyak, namun  mereka datang dengan senyum mengembang tipis, dan berwajah ceria.  Saya berada di antara mereka.

Belief and Behavior

“Mengapa lama tak mengangkat masalah SDM?  Bukankah  sangat luas dan complicated, sekaligus menarik?,” seorang teman lama mengingatkan saya melalui Whatsapp.

Untuk memenuhi usul  sang teman,  ini ada kisah nyata meski terjadi sudah agak lama.

...
Teguh Ostenrik Menembus Batas

Ingatan kembali ke sekitar 50 tahun lalu, saat saya duduk di bangku SD. Sebuah nama melekat di kepala. Maklum, dia  murid menonjol dari bapak dan ibu saya di sebuah SMP Negeri di kota Semarang.  Namanya, Respati Ostenrik, kerap menjadi bahan cerita kala mereka sedang berbincang di meja ...

Irrational Exuberance

Sophia Latjuba, artis film dan tarik suara yang cantik, sensual dan menyimpan sejuta cerita menarik, tiba-tiba bicara soal properti.  Apakah Sophie, begitu biasa dia dipanggil,  sudah alih profesi menjadi agen  real estate? Ternyata tidak. 

“Saya paling ...