Jangan Menggunakan isu SARA Sebagai Bahan Kampanye

Written by on October 3, 2018

Melihat foto dari Kiri ke Kanan: Session Player dari Musisi Angga Chandra(kiri), Musisi Angga Chandra, Presenter Riama Silitonga, Caleg DPRD Kota Tangerang Febrika Manurung, Advokat serta Founder Swardi Aritonang Partners Swardi Aritonang, dan Calon Anggota DPR David Surya (Kanan), di Heartline Studio, selasa lalu, (2/10).

Menjelang pemilihan umum 2019 mendatang, dan saat ini sudah memasuki masa kampanye sejak 23 september lalu, dikhawatirkan para caleg menggunakan isu SARA untuk dijadikan sebagai bahan kampanye.

Penuturan tersebut disampaikan oleh Advokat dan juga Founder dari Swardi Aritonang Partners di Heartline Coffee Morning dengan tema “Jebakan Hukum di Panggung Pemilu” di Heartline Studio, selasa lalu, (2/10). Acara yang juga dihadiri oleh Calon Anggota DPR Dapil Banten 3 dari Partai Perindo: David Surya dan Caleg DPRD Kota Tangerang Dapil 4 dari PSI: Febrika Manurung, memberikan pendapatnya serta visi misi mereka untuk maju menjadi anggota DPR dan DPRD untuk lima tahun kedepan.

Swardi mengingatkan janganlah menggunakan SARA sebagai bahan kampanye dalam berkompetisi.

“Kalau saya sih bilangnya berkompetisilah secara sehat, adu program, sampaikan ke publik apa program-program para calon ini yang terbaik. Saya pikir itu, jangan memainkan isu-isu yang menyerang suku, ras, SARA gitulah,” Ujar Swardi.

Ia juga menambahkan bahwa para Caleg yang maju untuk mensejahterakan masyarakat haruslah dapat berpikir lebih maju dan bersaing secara sehat.

“Kita harus berpikir lebih maju budaya politiknya, itu yang paling penting gitu. Kita sangat malu kalau hari gini masih main-main SARA, Indonesia sudah merdeka dari tahun 1945 sudah di tuliskan disana bahwa Pancasila harga mati. Artinya kita sudah menerima semua perbedaan itu, Kita sudah sepakat di situ. Kalau hari gini kita masih main-main isu SARA harusnya malu,” Tambah Swardi.

Menurutnya, isu-isu yang muncul di masyarakat saat ini memiliki tujuan atau maksud tertentu yaitu untuk menurunkan kepercayaan masyarakat akan salah satu kandidat.

“Ini ada maksud-maksud tertentu untuk menurunkan kepercayaan masyarakat akan salah satu Capres gitu. Sayang sekali masyarakat dicekokin hal seperti ini. Cobalah untuk berpolitik yang lebih berkualitas, demokrasi ini harus kita bangun dengan cara-cara yang bermatabat,” Lanjut Swardi.

Selain dari sisi Calon Kandidat yang akan berkompetisi tahun 2019 mendatang, Swardi juga mengingatkan agar masyarakat  tidak mudah terpancing dan tidak mudah mengunggah sesuatu di media sosial terlebih lagi jika mengenai politik.

“Sebaiknya kita berhati-hatilah menggunakan media sosial, jangan terlalu mudah sedikit-sedikit langsung posting. Dipikirkanlah, apakah yang saya posting ini ada dampaknya, ada pelanggaran hukum. Dipikirkan dulu, apalagi menyangkut politik. Jangan sembarang tulis, karena Ini sebenarnya ada pelanggaran hukum, pencemaran nama baik, ada penghinaan, jelas ada aturan pasal 27 ayat 3 mengenai fitnah pencemaran nama baik, di hukum 4 tahun padahal hanya posting gitu doang,” Tutup Swardi.

Masyarakat juga dituntut agar tidak apatis terhadap politik serta kenali siapa calon yang akan maju dalam berkompetisi 2019 mendatang.

“Kepada masyarakat, Janganlah apatis terhadap politik, anda harus perhatikan kondisi politik. Anda harus kenali siapa calon anggota DPR dan DPRD. Teman-teman harus kenal siapa calon DPR dan DPRD yang masyarakat merasa cocok dengan kesatuan visi dan misi dengan masyarakat. Jadi mari kita perhatikan semua Latar Belakang semua calon anggota DPR dan DPRD,” Ujar David.

Acara yang berdurasi selama satu jam 30 menit dengan dibawakan oleh Riama Silitonga ini, juga menghadirkan Musisi Angga Chandra dengan membawakan 3 buah lagu yang berjudul “Sampai Tutup Usia”, Mengcover Lagu dari Musisi Ari Lasso “Hampa” serta Mengcover Lagu dari Musisi ME “Inikah Cinta”

 

Penulis: Verren Wijaya

 

 

 


Current track
Title
Artist