Kasih Ibu kepada Beta

Written by on December 12, 2017

Heartline Coffee Morning Edisi Kasih Ibu Kepada Beta

Membicarakan sosok seorang ibu tidak akan pernah ada habisnya. Seorang ibu biasa menjadi sosok panutan bagi anaknya. Tidak hanya anak perempuan, tetapi anak laki-laki juga sangat merasakan bagaimana pentingnya peran seorang ibu dalam hidupnya.

Sebagian besar orang yang ditanya mengenai siapa idola atau panutan dalam hidupnya akan menjawab ibu. Mengapa ibu? Karena ibu merupakan seorang yang sangat penting bagi kehidupan kita. Ibu yang mengandung, melahirkan, dan membesarkan kita. Kesuksesan yang kita raih juga pasti atas doa dan dukungan ibu.

Coffee Morning edisi kali ini membahas tentang seberapa besar kasih ibu kepada anaknya. Dihadiri oleh beberapa mahasiswa/i perguruan tinggi swasta di Tangerang dan Coach Sesilia Peranginangin, selaku Pimpinan Champion Teens, edisi kali ini berbagi cerita seputar apa yang anak-anak pernah alami bersama ibu mereka.

David, sebagai salah satu perwakilan mahasiswa yang diundang, menceritakan bagaimanaa dia merasakan pengorbanan besar ibunya kepada keluarga. Ia bercerita saat bagaimana keluarganya dulu sedang mengalami kesulitan secara finansial, namun sang ibu tetap mementingkan kebutuhan anak-anaknya terlebih dahulu. Dalam hal makanan misalnya, ibunya akan memberikan makanan kepada anak-anaknya terlebih dulu, walaupun sang ibu sendiri belum makan.

Namun, meskipun ibu menjadi seorang panuntan atau idola bagi anak-anaknya, tidak dapat dipungkiri masih terdapat konflik yang kerap kali terjadi antara ibu dan anak. Coach Sesil mengatakan bahwa, kita bukan hidup di dunia yang ideal, karena itu tidak ada manusia yang bisa menjadi ideal, begitu pula sosok seorang ibu. Ia berpesan walaupun kita ingin memiliki ibu dengan sifat dan sikap yang ideal, kita tidak bisa memaksakan hal tersebut. Namun, Ia mengingatkan agar selalu bersyukur dengan kondisi orang tua yang ada.

Seperti cerita dari perwakilan mahasiswi lainnya, Geby pun merasa  terkadang perkataan ibunya dapat menyakiti hatinya. Ia mengakui bahwa perkataan / teguran dari orang terdekat kita terasa lebih menyaitkan dibandingkan dengan teguran dari orang yang tidak terlalu dekat. Saat itu terjadi, Geby bercerita bahwa dirinya hanya bisa menangis, karena Ia tidak ingin dianggap tidak berbhakti apabila mengklarifikasi teguran ibunya.

Melihat kasus ini, Sesilia selaku pakar parenting mengatakan, perlu adanya hubungan yang tetap harmonis meski ada konflik-konflik kecil tersebut. Hubungan harmonis dapat dicapai dengan komunikasi yang baik antara ibu dengan anak. Jika anak merasa tersakiti dengan perkataan / teguran sang ibu, anak harus berani mengatakan hal tersebut dengan penuh kasih di waktu yang tepat. Ia mencontohkan hal ini sama seperti apa yang dilakukan ibu saat anak masih kecil, mengingatkan setiap hal kecil berulang-ulang dengan sabar, hingga akhirnya anak paham akan sesuatu hal.

 

Yuk, dengarkan program Heartline Coffee Morning!

 

Setiap Senin – Jum’at, pukul 08.00 – 10.00 WIB

Hanya di Radio Heartline Tangerang 100.6 FM

Live streaming: www.heartline.co.id

Apps: Heartline – Karawaci

Youtube & Souncloud: Heartline Network


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track
Title
Artist