KEMERDEKAAN DALAM SENI

Written by on October 2, 2018

Mario Antonio Blanco atau yang sering disapa blanco merupakan pencinta seni lukis
dan photographer, hal tersebut dilakukan oleh blanco karena sosok dari almarhum ayahnya
yang juga sangat menyukai seni lukis. Seni grafis yang disenangi oleh balnco ialah
kebudayaan, sejarah bangunan, dan humanitarian.
Selain menyukai seni lukis dan seni foto, blanco juga mendirikan museum blanco
yang sudah mencapai 200 lukisan hasil karyanya sediri dan almarhum ayahnda nya, bagi
anda yang tertarik langsung saja datang ke Ubud,Bali. Untuk tiket masuk dipatok 30 ribu
rupiah sedangkan untuk turis tiket masuk 80 ribu rupiah. Para wisatawan yang sedang
berkunjung akan dimanjakan oleh kecantikan dan pemandangan di museum blanco, disana
terdapat penangkaran burung jalak Bali, burung kakak tua raja, burung baya dan masih
banyak lagi burung-burung yang akan menghibur para wisatawan, selain museum diisi oleh
lukisan dan halaman yang cukup luas tempat museum blanco dapat dijadiakan sebagai
wedding party.
Tetapi blanco juga membuka pameran pertamanya bernama Workshop Tourism
Cultural Gallery, maka masyarakat dapat melihat karya-karya yang di buat oleh blanco dan
juga almarhum ayahnda blanco sehingga dapat memberikan pengetahuan dan karya
bermanfaat bagi masyarakat khusunya pencinta seni lukis. Workshop Toursim Cultural
Gallery ini, sudah dibuka pada tanggal 1 Septermber 2018 di Melia Nusa II, Bali. Pembukaan
workshop tersebut akan membahas tentang Autentic culture dan akan membahas bagaimana
cara pengambilan angle gambar yang menarik dan indah dari seni lukisan. Acara-acara yang
tidak kalah menarik ini akan ada pentas seni, budaya dan fashionshow. Masyarakat yang
datang diperbolehkan untuk membawa camera, tapi bagi yang tidak memiliki camera tidak
usah khawatir anda bisa menggunakan smartphone anda untuk mengambil objek lukisan di
museum tersebut.

Ternyata terdapat perbedaan antara seni lukis dan seni foto, jika dilihat dari kacamata
masyarakat umum seni lukis dan foto merupakan hal yan sama saja, tetapi berbeda dengan
sudut pandang blanko mengatakan, “dalam photografi tentunya tetap dalam batasan,
kebebasan itu namun tetap dalam batasan-batasan budaya. Tapi dalam seni lukispun juga
demikian tidak ada perbedaan, jadi dalam kebebasan itu boleh sebebas-bebasnya tapi ada
yang disebut dengan UUD pornografi, didalam UUD tersebut sebagai photografer tidak
mengupload foto-foto yang merangsang, terangsan atau hal-hal seperti yang dapat merusak
image sebagai photografer.”
Bagi anak-anak muda yang menyukai dunia memotret, peran orang tua untuk selalu
memantau dan mendekatkan diri kepada anak, apa yang disukai oleh anak anda sebagai
orang tua harus tetap mendukung anak untuk selalu menyukai hal apa yang anak anda sukai.
Sehingga anak harus belajar tentang bagaimana kemerdekaan seni dalam
kemerdekaan bukan berarti lepas kontrol, Blanco mengatakan “kemererdekaan adalah satu
keharusan didalam menciptakan karya-karya seni, karena tanpa ada kebebasan sepertinya
seni itu akan menjadi leader dalam seni dalam artian tidak ada menjadi sesuatu karya yang
menurut saya karya ini tidak akan menjadi karya yang luar biasa, sehingga suatu kebebasan
itu sangat penting dalam dunia seni”. Maka dari itu tetaplah menjaga nilai-nilai batasan atau
nilai kultural budaya indonesia, tentunya sebagai anak muda indonesia akan terus bangga
menjujung tinggi nilai-nilai kemerdekan dalam seni, peran terhadap orang tua untuk
menekankan kembali kepada anak sehingga anak-anak kita sama kentalnya menjunjung
kemerdekaan terhadap bangsa indonesia dan membawa kebudayaan seni indonesia kekancah
internasional.

Penulis: Ofika Suryani

Full audio


Current track
Title
Artist