Heartline Network

FAKTA MENCENGANGKAN: Konsumsi Ikan Hiu Justru Sangat Membahayakan!

Selama ini mengkonsumsi ikan hiu selalu menjadi kontroversi, antara alasan kesehatan dan moralitas manusia. Banyak kalangan masih percaya mitos bahwa ikan hiu memiliki manfaat  bagi kesehatan manusia.

Hiu, sebagai spesies yang diklaim hampir punah, selalu diburu untuk diambil daging dan siripnya. Di negara China contohnya, sirip ikan hiu diolah menjadi sup kesehatan. Mereka percaya pada segudang mitos bahwa sirip ikan hiu dapat menaikan libido manusia, mempercantik kulit, menambah energi, hingga manfaat untuk menurunkan kolesterol.

Walaupun orang berpendapat bahwa daging ikan hiu tidak enak, karena bertekstur kenyal dan terasa hambar, ikan hiu selalu memiliki harga jual yang cukup fantastis. Bayangkan saja, seporsi sup sirip hiu di negara China, dibandrol  harga sekitar Rp 930.000,- hingga Rp 1.300.000,-.

Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2012 oleh Stony Brook University’s Institute for Ocean Concervation merilis bahwa konsumsi sirip ikan hiu terbukti berkontribusi terhadap penurunan populasi hiu secara global, baik di Asia maupun di Amerika Serikat.

Dilansir dari laman detik.com (01/08), Spoon University menyatakan bahwa konsumsi ikan hiu justru buruk bagi kesehatan manusia. Pernyataan ini senada dengan peringatan dari Food and Drug Administration (FDA) dan United States Environmental Protection Agency (EPA), yang menyatakan bahwa daging ikan hiu mengandung logam dan bahan kimia berbahaya yang tinggi.

Daging ikan hiu diketahui mengandung merkuri yang sangat tinggi. Merkuri dikenal sebagai logam beracun, yang jika dikonsumsi dapat menyebabkan hilangnya koordinasi tubuh, kebutaan, hingga kematian.

Merkuri juga sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi oleh ibu hamil. Oleh sebab itu, ibu hamil perlu ekstra berhati-hati saat mengkonsumsi ikan.

Lebih lanjut, tidak sekedar membahayakan tubuh, mengkonsumsi ikan hiu juga mempertanyakan moralitas manusia. Pasalnya, permintaan akan sirip hiu dengan nilai jual yang menggiurkan, membuat nelayan semakin gencar memburu ikan hiu.

Tragisnya, saat ditangkap dan dipotong siripnya, ikan hiu lantas dibuang kembali ke laut. Padahal, tanpa sirip, ikan tidak dapat berenang. Sehingga lambat laun, ikan yang dibuang tanpa sirip pasti mati. Kekejaman terhadap binatang inilah yang selalu ditentang oleh beragam aktivis perlindungan hewan.

Bagaimana, masih mau mengkonsumsi daging hiu?!!

 

Editor: Irene Leonardi / HL - Karawaci


Artikel Terkait

FAKTA MENCENGANGKAN: Konsumsi Ikan Hiu Justru Sangat Membahayakan!

Selama ini mengkonsumsi ikan hiu selalu menjadi kontroversi, antara alasan kesehatan dan moralitas manusia. Banyak kalangan masih percaya mitos bahwa ikan hiu memiliki manfaat  bagi kesehatan manusia.

Hiu, sebagai spesies yang diklaim hampir punah, selalu diburu untuk diambil daging ...

Konsumsi Es Krim Terbanyak di Dunia Ada di Negara Ini

Siapa yang tak mengenal hidangan pencuci mulut satu ini? Rasanya beraneka macam, ada manis, ada asam, gurih, dan sensasi rasa lainnya. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa di seluruh dunia, pasti menyukainya.

Sebagian berpendapat, bahwa Amerika Serikat lah yang menduduki posisi pertam...

WOW, Makanan Ini Menyebabkan Sulit Berkonsentrasi Saat Bekerja

Konsentrasi saat bekerja sangat diperlukan untuk menunjang performa kerja. Dengan konsentrasi yang tinggi, seseorang akan lebih cepat merampungkan pekerjaannya. Berbagai macan gangguan yang ternyata dinilai dapat mengganggu konsentrasi kerja seseorang, diantaranya: faktor lingkungan kerja, faktor...

Hujan, Obama Lahap Santap Bakso di Bogor

Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama lahap menyantap bakso saat makan sore bersama Presiden Joko Widodo di Grand Garden Cafe, Kebun Raya Bogor.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Mahmudin mengatakan, bakso disajikan ketika Obama dan Jokowi masuk ke...

Nasi Liwet Siap Ganti Kepopuleran Ketupat Saat Lebaran

Selama Ramadan dan Lebaran, memang sulit untuk menghindari bersantap dengan makanan berat yang berisiko tinggi kolesterol atau asam urat atau membuat berat badan naik.

Dan, menurut Chef Marinka, suka atau tidak, hidangan seperti itu memang hanya ada pada saat Ramadan dan Lebaran. Jad...