Life: from Nowhere to Somewhere?

Written by on November 2, 2018

Sebuah pepatah mengatakan, setiap orang dilahirkan dua kali dalam hidup ini. Pertama ia dilahirkan saat keluar dari rahim ibundanya. Kedua, seseorang dilahirkan kembali saat ia menyadari apa tujuan dari hidupnya. Semakin cepat seseorang menyadari tujuan hidupnya, maka semakin cepat ia memiliki hidup yang berdampak bagi orang lain. Hidup yang digerakkan oleh tujuan adalah sebuah hidup yang tidak sekedar hidup. Hidup dengan tujuan adalah satu-satunya cara untuk benar-benar hidup; yang lainnya sekedar hidup! Tujuan hidup selalu lebih besar dari masalah-masalah yang kita hadapi, dan dengan tujuan hidup maka ada kekuatan-kekuatan kreatif yang berpendar dari dalam hidup kita.

Adalah Albert Egmont, CEO Life Talk Asia, yang kali ini menjadi narasumber dalam program sindikasi Heartline Network “Sketsa Keluarga Indonesia” yang mengatakan bahwa banyak anak muda saat ini tidak tahu mau dibawa kemana hidupnya. Anak-anak muda saat ini seperti ungkapan pepatah, “Life is a journey from nowhere to somewhere!” Dampaknya, anak hanya akan menjadi penikmat kehidupan dan pengikut dari sebuah karnaval kemajuan. Mereka tidak berani berdiri di atas fondasi nilai-nilai mereka. Sebab nilai-nilai itu tidak ada lagi. Tanpa tujuan, apapun nilai kehidupan tampak absurd.

Albert Egmont sudah menggeluti dunia anak-anak muda selama 16 tahun dan kini ia mengkristalkan seluruh pengalamannya itu dalam sebuah buku “Parents the Ultimate Career Coach” (2018), sebuah buku yang memberi tuntunan tahap demi tahap kepada orang tua untuk membimbing anak-anaknya yang remaja agar bisa menemukan tujuan hidup dan karir bagi masa depannya.

Faktor yang paling krusial adalah orang tua. Banyak orang tua yang hanya berperan sekedar membesarkan anak-anak tetapi tidak berhasil membimbing, menggali dan mengembangkan kualitas mereka,” ujar Albert yang sudah menjadi ayah dari kedua putranya. “Orang tua harus berubah dari kebiasaan men-direct menjadi meng-coach. Dengan model coaching, maka akan ada pemahaman dan penggalian. Orang tua akan menggali apa rancangan fitur-fitur yang dimiliki anak. Apa ekspektasinya, apa kebutuhannya dan apa masa depan yang tepat untuk mereka. Orang tua tak hanya sekedar dituntut punya pengetahuan, tetapi juga teknik.

Di abad ini, konsep orang tua sebagai coach sangat penting dan relevan agar bisa mendampingi anak-anak tumbuh maksimal sesuai kehendak Pencipta-Nya. Sebab, setiap anak akan bergumul dengan beberapa pertanyaan eksistensial dan di situlah peran orang tua. Mereka akan bergumul tentang identitas mereka, “Siapakah Aku?” Pergumulan kedua adalah, “Apakah aku berarti?” Dan Pergumulan yang ketiga adalah, “Dimanakah tempatku dalam hidup?” Jika anak-anak mampu melewati pergumulan ini dengan pendampingan dan penggalian yang tepat dari orang tuanya, maka anak-anak Anda akan lahir sebagai pribadi yang memiliki tujuan. Tujuan hidup memang pertama-tama ditunjukkan oleh orang tua, namun pada akhirnya anak sendirilah yang harus menemukannya. Tujuan itulah yang menjadi alasan mengapa mereka mau bangun pagi-pagi. Tujuan hidup itulah yang akan menjadi lantunan bait-bait doa setiap malam dari hari-harinya yang melelahkan. Tujuan itu yang akan membedakan mereka dengan kumpulan anak-anak muda lainnya, sebab  mereka tahu dan sadar mengapa mereka melakukan ini dan tidak melakukan itu.

Mari menjadi orang tua yang mengantarkan anak-anak kita untuk menemukan tujuan hidupnya. (Jose)

 

full


Continue reading

Current track
Title
Artist