Makan di Malam Hari Bisa Membuat Gemuk! Mitos / Fakta?

Written by on February 7, 2018

Tangerang – Makan tengah malam mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang, terutama bagi orang yang sering pulang larut malam atau bagi orang yang terbiasa begadang. Banyak orang berkata bahwa jika tidak ingin gemuk sebaiknya jangan makan jika sudah mendekati tengah malam. Bagaimana benarnya?

Faktanya, para ahli gizi berpendapat bahwa kalori adalah kalori, tidak peduli kapan kita makan. Yang menyebabkan kenaikan berat badan dari sekian banyak orang yang makan malam adalah apabila total asupan kalori pada tubuh kita secara keseluruhan lebih banyak dari pada kalori yang dibakar oleh tubuh kita.

Apa saja sih yang terjadi pada tubuh jika makan tengah malam? Kenapa bisa dikaitkan dengan bertambahnya berat badan?

Satchin Panda, Profesor di Regulatory Biology Laboratory The Salk Institute in La Jolla, California menjelaskan bahwa, di malam hari tubuh ternyata membakar lemak saat tidur. Glikogen dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa yang nantinya dilepaskan ke dalam aliran darah untuk menjaga kadar gula darah tetap normal saat tidur. Ketika cadangan glikogen habis, hati akan membakar sel lemak untuk dijadikan energi. Tubuh membutuhkan waktu beberapa jam untuk melakukan proses tersebut sampai cadangan glikogen terpakai. Jadi faktor pertambahan berat badan anda bisa dibilang bukan karena makan malam, tetapi karena pola hidup yang buruk yaitu tidur (sebelum beberapa jam) setelah makan. Apabila waktu makan anda dekat dengan waktu tidur, anda sama saja tidak memberi tubuh anda waktu untuk mengolah makanan yang anda makan.

Selain itu, faktor lain bertambahnya berat badan anda adalah kalori yang dibakar oleh tubuh tentu tergantung oleh aktivitas yang Anda lakukan. Di malam hari, aktivitas Anda tentu sangat sedikit sehingga jika Anda makan sebelum tidur, tubuh tidak langsung mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi, melainkan akan menyimpannya sebagai cadangan energi. Maka dari itu, calori intake atau kalori yang kita konsumsi harus seimbang dengan aktifitas kita.

Prof. Satchin Panda juga menambahkan, kenaikan berat badan juga dapat dipicu apabila kita makan dengan jarak yang terlalu dekat. Misalnya kita terakhir makan malam pada pukul 11 malam, kemudian sarapan pada jam 7 pagi. Karena menurut penelitian beliau, 12 jam adalah waktu yang tepat untuk menjadi jarak antara makan malam dan sarapan, supaya tubuh kita mendapatkan waktu yang cukup untuk membakar semua glycogen dan lemak-lemak yang tersimpan di dalam tubuh.

Kesimpulannya adalah, makan malam TIDAK menyebabkan kenaikan berat badan, AKAN TETAPI ada beberapa faktor lifestyle yang dapat memicu kenaikan berat badan anda. Antara lain adalah apabila makan malam anda terlalu dekat dengan jam tidur, kurangnya aktifitas sehari-hari, dan jarak yang terlalu dekat antara makan malam dan sarapan.

Source: CIMSA UPH


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST