MEMAHAMI HAM SEJAK DINI DALAM KELUARGA

Written by on September 18, 2018

Anak mengenal berbagai macan nilai dan norma dalam keluarga. Setiap anggota keluarga mempunyai sisi tanggung jawa. Keluarga dapat menentukan karakter setiap anggota terutama anak. Anak merupakan anggota keluarga yang wajib dilindungi oleh setiap anggota lainnya yang ada di dalam keluarga. Kebutuhan setiap anak harus dipenuhi dan diperhatikan sehingga potensi yang dimiliki oleh anak dapat berkembang dengan baik. Keluarga sangat berperan dalam melindungi dan mendapingi anak. Rasa nyaman dan suasana yang mendukung perlu diciptakan oleh keluarga terhadap anak. Heartline mengundang Prof. Susi Dwi Haryanti, PHD sebagai ketua Departemen Hukum Tata Negara Falkutas Hukum di UNPAD dan juga mewakili Direktur Eksekutif dari Paghuyuban Hak Asasi Manusia untuk memberikan agumentasinya mengenai Hak Asasi Manusia dalam keluarga.

Prof. Susi menyelesaikan kuliah disertasi dan Doktor di Melbourne, Australia. Beliau mendapatkan beasiswa dari pemerintah Australian Development Scholarship, sehingga beliau mengabdikan ilmunya sebagai dosen di falkutas hukum UNPAD, Bandung. Susi sudah mengenal dan menyukai hukum pada saat beliau di bangku  SMP dan SMA, dan dulu sering membaca buku  karangan  Prof. Meriam Budiarjo berjudul “Berdasarkan Ilmu Politik” dan  membaca biografi Sukarno “Di bawah Bendera Revolusi”. Susi termotivasi terhadap keluarga  besar ibunya yang menjadi guru, sehingga Susi terpacu dan memutuskan untuk menjadi dosen dan ingin mengabdikan di dunia pendidikan. Susi mengatakan, “Orang tua saya sangat demokratis. Terserah kamu mau bersekolah di manapun, di bidang apapun asal kamu mempunyai komitmen! Sekali kamu memlih itu maka, kamu mempunyai komitmen yang sangat besar untuk menyelesaikan tugasmu. Jadi ketika kamu sudah memilih bidang yang kamu sukai maka kamu harus menuntaskan pilihanmu.”

Membahas mengenai komitmen disetiap rumah tangga memiliki komitmen masing-masing. Peran kita sebagai orang tua tentu mempunyai komitmen untuk mendukung anak menjadi sukses. Kesuksesan mereka adalah tentunya kebahagian setiap orangtua. Komitmen yang harus dijaga adalah komitmen membuat buah hati kita belajar, mengerti rasa tanggung jawab dan mendampingi oleh orang tua. Sehingga mereka merasakan hari mereka menjadi lebih ringan.

Secara umum Hak Asasi Manusia atau yang lebih kita kenal HAM, diartikan sebagai hak yang diberikan oleh Tuhan Y.M.E. kepada manusia sejak lahir dan  haknya. Oleh karena itu, HAM melekat kepada diri kita karena diri kita adalah manusia. Prof. Susi  mengatakan, “Apakah HAM terbatas pada ruang-ruang tertentu? Tidak, justru ruang pertama yang penting bagi penghormatan perlindungan HAM tersebut berangkat dari keluarga.” Hak anak mempunyai hak tumbuh kembang, kita sebagai orang tua harus menghormati hak anak untuk tumbuh kembang pada usia tertentu. Pada hak tumbuh kembang tersebut berdasarkan pada usia yang umumnya dikenal dengan psikologi setiap manusia mempunyai tugas tumbuh kembang masing-masing. 

“Be your self. Jadilah dirimu sendiri dengan berpegang teguh dari nilai-nilai yang baik. Kemudian berpeganglah dengan nilai-nilai yang ada dalam kajian Hak Asasi Manusia dan juga Hukum. Setelah  itu kita juga berinteraksi dengan orang lain dalam rangka meningkatkan pengetahuan kita, menjadi seorang perempuan haruslah cerdas bukan hanya bagi dirinya tetapi yang paling penting adalah keluarga”  tutur Prof. Susi. Jadi, keharmonisan merupakan suatu hal langkah yang perlu kira jaga atau saling mendukung tentu juga mempunyai dampak yang luar biasa secara tumbuh kembang terhadap anak kita. Dimana keluarga adalah pondasi terkuat. Keluarga merupakan tiang yang tak lepas satu sama lain yang membantu menjadi kokoh. Fondasi yang kuat itulah maka kita menjadikan kekuatan yang harmonis satu sama lainnya.

Penulis : Ofika Suryani

Full audio


Current track
Title
Artist