Memahami Mata Minus

Written by on December 6, 2017

Miopia merupakan suatu kelainan pada mata yang membuat bayangan jatuh di depan retina, sehingga membuat orang melihat benda yang jauh menjadi buram. Sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi miopia? Gejala apa saja yang mungkin muncul? Dan penanganan seperti apa yang baik untuk dilakukan?

Program Dokter Menjawab yang disiarkan Radio Heartline Tangerang bersama dengan Rumah Sakit Umum Siloam membantu menjawab keluhan atau pertanyaan seputar kondisi miopia. Berikut penjelasan dari  dr. Werlinson Tobing, SpM. mengenai segala hal tentang kondisi miopia.

Miopia atau yang sering disebut kelainan mata minus merupakan sebuah masalah global. Yang dimaksud adalah, sekitar 80 juta orang di dunia mengalami mata minus. Dokter Werlinson mengatakan bahwa dari beberapa penelitian, minus dapat dipengaruhi faktor genetik.

Jika kedua orang tua memiliki riwayat mata minus, anak memiliki 30-40% kemungkinan mengalami mata minus. Jika hanya salah satu orang tua yang memiliki riwayat minus, kemungkinannya menurun menjadi 20%. Kemungkinan untuk mengalami minus juga ada pada anak meskipun kedua orang tua tidak memiliki riwayat minus. Namun, kondisi ini kemungkinannya kecil, hanya sekitar 6-10%.

Sebenarnya, faktor genetik menjadi faktor utama seseorang mengalami minus. Dokter Werlinson menjelaskan bahwa beberapa mitos yang beredar mengenai penyebab mata minus, tidaklah benar atau belum tentu mempengaruhi. Misalnya jika sering membaca terlalu dekat, sering melihat gadget, atau membaca di ruangan yang kurang cahaya, sebenarnya tidak ada hubungan sebab akibat dengan mata minus.

Terdapat beberapa kategori mata minus, yakni early, school miopia, dan late. Early miopia muncul pada anak usia di bawah 6 tahun. School miopia muncul pada usia 6-18 tahun, ini merupakan jenis minus yang paling banyak terjadi. Sekitar 60-70% orang mengalami school miopia pada usia tersebut. Dan late miopia muncul pada orang dewasa usia 18 tahun ke atas.

Dokter Werlinson mengatakan bahwa orang yang mulai mengalami minus akan mulai sulit melihat benda yang agak jauh. Gejala yang terlihat pada anak-anak cenderung harus mendekat ke papan tulis agar dapat melihat dengan jelas, atau memicingkan mata saat menonton televisi. Untuk orang dewasa biasanya akan sulit melihat presentasi atau tulisan tidak terlihat jelas.

Sebenarnya minus dapat menurun menjadi 0 jika anak masih di bawah usia 6 tahun. Hal ini karena mata masih belum stabil sehingga miopia masih bisa hilang. Untuk usia 6 tahun ke atas, Dokter Werlinson mengatakan harus dilihat seberapa besar minusnya. Jika minusnya di atas 1, sulit untuk menurunkannya menjadi 0 lagi.

Penyembuhan atau penurunan mata minus dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu bedah dan non-bedah. Non-bedah dapat dilakukan dengan menggunakan kacamata. Penggunaan kacamata penting sekali untuk menghambat pertambahan minus. Kacamata menjadi alat terapi mata minus yang digunakan untuk menahan agar minus tidak meningkat secara cepat.

Dokter Werlinson mengatakan bahwa, sudah dibuktikan bahwa jika orang menggunakan kacamata minus, pertambahan minus akan terhambat. Karena itu, sebaiknya kacamata jangan sering dilepas. Jika sering melepas kacamata, tentu akan berpengaruh terutama bagi orang yang memiliki minus di atas 6.

Untuk usia 6-18 tahun, kondisi bola mata masih memanjang yang mengakibatkan minus dapat bertambah terus. Karena itu penting untuk selalu menggunakan kacamata. Untuk usia di atas 18 tahun, jika tidak ada bawaan genetik, biasanya minus tidak akan bertambah. Namun, tetap perlu menggunakan kacamata untuk mencegah pertambahan minus.

Untuk menghindari mata minus, Dokter Werlinson memberikan beberapa tips. Pertama, bagi yang tidak memiliki keluhan, dapat melakukan pemeriksaan mata setahun sekali untuk memantau perkembangan penglihatan mata. Kedua, untuk yang memiliki keluhan atau sudah mengalami mata minus, gunakan kacamata sesuai ukuran yang dianjurkan. Selain itu, seimbangkan aktivitas di dalam dan di luar ruangan.

Ketiga, jika terdapat kondisi lain selain mata minus, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter di rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan glukoma dan foto syaraf mata. Keempat, jika menggunakan kacamata, dianjurkan agar merawatnya dengan baik. Karena setiap goresan pada lensa akan berpengaruh terhadap bayangan yang ditangkap oleh mata.

 

Ingin berkonsultasi seputar kesehatan?

Dengarkan program Dokter Menjawab.

Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, pukul 13.00 WIB.
Hanya di Radio Heartline Tangerang 100,6 FM
Live Streaming di www.heartline.co.id
Apps: Heartline – Karawaci

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST