Mengantisipasi Orang Lain untuk Bunuh Diri

Written by on September 26, 2018

Bunuh diri atau suicide adalah sebuha tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri. Menurut WHO, lebih dari 800.000 orang mati karena bunuh diri setiap tahunnya, dan kebanyakan suicide terjadi pada rentang umur 15-29 tahun. Ada beberapa alasan mengapa seseorang bunuh diri yaitu, merasa depresi, skizofrenia, ketergantungan alkohol, penyalahgunaan obat, pernah mengalami trauma berat (diperkosa, bullying, atau pengalaman menyakitkan lainnya) dan adanya masalah berat yang tidak bisa di hadapi dalam hidup. Ada beberapa metode yang sering digunakan untuk bunuh diri, seperti : gantung diri, minum/makan racun, menggunakan benda tajam untuk melukai diri sendiri, senjata api, dan terjun dari bangunan yang tinggi.

Bunuh diri sendiri dapat dapat kita cegah, jika kita lebih peduli kepada lingkungan sekitar. Namun sebelumya, kita juga perlu tau menganai tanda-tanda seseorang berpotensi ingin bunuh diri, yaitu : Selalu merasa tidak punya harapan, perasaan sedih berlebihan, susah tidur, selalu merasa terisolasi, pernah melakukan percobaan bunuh diri, pernah befikir untuk melakukan bunuh diri, adanya perubahan perilaku yang drmatis dan menulis surat wasiat atau surat kematian.

Setelah mengetahui tanda-tanda tersebut, kita bisa melakukan antisipasi, atau bantuan untuk mecegah orang tersebut melakukan tindakan bunuh diri seperti : menjauhkan dia dari benda tajam, senjata, dan obat-obatan, tidak membiarkan dia sendirian, memberikan informasi kepadanya bahwa bunuh diri memiliki konsekuensi yang permanen, memberitahu kepadanya bahwa anda akan selalu ada buat dia, dan buat dia merasa aman di dekat anda, selain itu kita juga dapat meminta bantuan psikolog lewat sesi konseling dan lain-lain.

CIMSA

Empowering Medical Students

Improving Nation’s Health


Current track
Title
Artist