Mengenal Kepribadian Anak Zaman Now

Written by on August 27, 2018

Pada zaman sekarang segala hal mulai berubah, mulai dari pola hidup masyarakat hingga kepribadian mereka. Anak-anak yang mulai tumbuh pada saat ini mulai mengikuti zaman yang ikut berkembang. Karena perbedaan tersebut membuat orang tua yang sibuk bekerja tidak tahu apa yang dilakukan dan perkembangan anak-anak mereka di luar pengawasan.

Program Parenting With Heart pada tanggal 11 Agustus ini memiliki tema “Apa yang membentuk kepribadian anak zaman now?” dengan narasumber dari Yayasan Busur Emas, yaitu Franky Yusman. Menjelaskan bagaimana karakteristik, kepribadian, dan faktor-faktor yang membentuk anak-anak untuk berkembang dan memiliki kepribadian yang baik. Tidak lupa dengan bagaimana orang tua tahu apa yang harus mereka lakukan untuk membentuk kepribadian anak mereka.

Franky mengatakan bahwa anak-anak yang lahir tahun 2000 sampai tahun ini sudah termasuk ke dalam Generasi Z. Sementara untuk orang tua ada di Generasi X atau Y.

“Dengan rentan waktu yang lama, menyebabkan perbedaan antara kebiasaan dan kebudayaan yang lumayan besar. Dilihat dari bagaimana si anak merespon perkataan orang tua saat mereka dinasihati. Zaman dulu anak lebih gampang diatur, hanya dengan menasihati anak akan menunduk dan tidak melakukan hal yang sama. Tapi, untuk anak zaman sekarang, anak tersebut tidak langsung mengiakan, bahkan ada yang menentang balik perkataan orang taunya, dan lebih susah untuk diatur. Karena perbedaan ini membuat banyak orang tua mengeluh dan bergumul mengenai anak zaman sekarang,” jelasnya mengenai perbedaan generasi X, Y, dan Z.

Franky memberikan ciri-ciri dari kepribadian anak zaman now, yaitu sebagai berikut:

  1. Ramah teknologi

Untuk anak yang masih balita, kadang orang tua sudah memberikan gadget sebagai hiburan untuk anak mereka. Memberikan gadget kadang membuat anak itu menjadi diam dan senang, terlebih lagi anak gambar yang lucu sehingga membuat anak itu menjadi tertarik. Anak zaman sekarang lebih cepat untuk beradaptasi dengan teknologi. Kalau orang tua kebingungan menggunakan fitur yang ada di gadget,pasti orang tua menanyakannya kepada anak mereka, dan dengan cepat memberitahunya.

  1. Multitasking

Sering disebut sebagai tugas ganda menjadi ciri anak zaman sekarang. Hal ini dikatakan seorang anak melakukan beberapa kegiatan atau beberapa hal pada waktu yang sama. Sebagai contoh, seorang anak sedang belajar sambil mendengarkan musik atau menonton lewat gadget. Sebenarnya hal ini bisa dibilang positif karena memiliki konsentarsi yang baik, tapi ada sisi negatifnya yaitu membuat anak itu tidak fokus dengan belajar, dan membuat konsentrasi yang terpecah dan itu tidak baik kalau melakukan beberapa kegiatan dalam waktu sama. Melihat hal ini otang tua tidak setuju kalau itu mengganggu. Akan tetapi orang tua juga harus mengerti kalau masing-masing anak memiliki gaya belajar yang berbeda.

  1. Ekspresif

Anak zaman sekarang udah terbiasa untuk menampilkan diri bahkan di media sosial dan sudah jadi kebudayaan. Dan menjadi lebih narsis padahal dulu sangat pemalu dan tidak mau terbuka (kecuali untuk orang terdekat). Kalau zaman dulu lebih menulis di buku diary supaya tidak ada orang lain yang melihatnya. Kalau zaman sekarang unggah status di media sosial dan berharap ada yang komentar dan menyukai status, foto atau video yang diunggah.

  1. Terbuka dan global

Memiliki pergaulan yang luas dan di dunia maya, seperti chatting perorang atau dalam sebuah grup, tidak hanya face to face. Lebih punya wawasan global lebih terbuka pikirannya dan memikirkan sesuatu secara makro karena gak ada batasan antarnegara lagi. Jadi orang dapat berkomunikasi walau beda negara dan waktu.

  1. Mudah mendapatkan informasi

Dapat secara instan dan cepat untuk medapatakan informasi. Ada yang mengatakan kalau zaman sekarang bukan hanya banjir informasi tapi tsunami informasi, dari berita yang penting sampai tidak penting. Jadi jangan heran kalau anak sekarang lebih tahu dan mengerti (tanpa merasakannya) daripada orang tuanya.

  1. Lebih individual

Walaupun memiliki teman banyak di media sosial, tapi tidak ada interaksi face to face, dan hanya mengobrol melalui aplikasi saja. Hal ini yang menyebabkan anak menjadi lebih individual. Orang tua harus mengerti karena pergaulan mereka lebih banyak dilakukan melalui gadget, karena manusia adalah makhluk sosial. Di sekolah-sekolah banyak anak yang berprestasi tapi sedikit teman (mungkin) karena sering belajar atau terlalu sibuk dengan gadget dan media sosial.

  1. Daya juang yang relatif rendah

Dikarenakan kondisi dan situasi Generasi Z yang berbeda dari X atau Y, karena kebutuhan dan permintaan selalu dituruti. Ketika mengenghadapi masalah pada komplen. Si anak akan menangis kalau keinginannya tidak dituruti.

Dari ciri-ciri dan karakteristik di atas, Franky memberikan beberapa tips bagaimana cara orang tua membentuk kepribadian anak menjadi baik.

  1. Mencari tahu dan mengerti live style anak dan kemajuan teknologi

Orang tua harus paham dengan pola kehidupan anak zaman sekarang, dari gaya hidup mereka sampai kesukaan mereka.

  1. Menjadi teman atau sahabat

Dengan ini akan mengikat hubungan antara orang tua dan anak. Jika anak kesulitan atau sedang dalam kondisi mood yang tidak baik, orang tua harus menjadikan diri mereka sebagai sandaran untuk anak-anak mereka. Mengetahui apa yang sedang mereka suka.

  1. Membatasi waktu anak dalam bermain game atau gadget

Supaya tidak terlalu ketergantungan, orang tua harus membatasi anaknya bermain gadget.

  1. Mendampingi anak dalam melakukan berbagai kegiatan

Kadang, ketika anak melakukan kegiatan tanpa bimbingan orang tua, akan susah dan tidak ada yang melarang sang anak melakukan kegiatan tertentu tentu membahayakan juga.

  1. Mengawasi pergaulan anak

Anak bermain dengan siapa. Saat di sekolah bagaimana pergaulan mereka.

  1. Menjadi teladan, contoh, role model

Orang tua harus memberikan contoh yang baik untuk anak mereka. Dengan tidak melakukan kekerasan rumah tangga atau sebagainya. Melihat itu anak akan berpikir, “kalau orang tuanya melakukan itu, aku juga harus melakukannya”, dan hal yang negatif tentu saja tidak boleh ditiru.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa, kalau menginginkan anak memiliki kepribadian yang baik, maka orang tua harus memberikan contoh yang baik juga. Tidak hanya memberikan contoh yang baik, tapi harus mengajarkan hal yang baik juga dan menjadi sahabat yang sabar dan tidak terlalu mengekang anak tersebut sesuai dengan keinginan orang tuanya.

 

Penulis: Sella Eliadita Wahyudi


Current track
Title
Artist