Heartline Network

Kesalehan Sosial

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, bangsa yang terbentuk dari segala keberagaman warga negaranya. Lalu apakah dengan segala keanekaragaman ini, justru menghilangkan keunikan Indonesia itu sendiri sebagai bangsa yang majemuk?

Ditemui Selasa pagi ini (06/06/17) dalam program siaran bertajuk Heartline Coffee Morning di Heart Studio Karawaci, seorang intelektual muda NU dan sekaligus alumni Al-Azhar Kairo (Mesir), Zuhairi Misrawi mengatakan bahwa perbedaan yang ada janganlah sampai mengganggu persatuan Indonesia.

Selanjutnya, tokoh muda yang akrab disapa Gus Mis ini dalam kesempatan yang digagas oleh Radio Heartline Tangerang mengatakan, “Mengimplementasi nilai-nilai Pancasila adalah cara terbaik untuk menunjukkan kesalehan sosial kita”.

Jika berkaca pada fenomena-fenomena politik di Indonesia dalam setiap kontentasi besar, banyak aspek-aspek agama yang dipakai untuk memanipulatif masyarakat. Hal ini senada dengan ungkapan Muliawan Margadana selaku Ketua Dewan Penasehat Presidium ISKA, yang memaparkan bahwa seharusnya tidak boleh menggunakan agama untuk memanipulatif. Bagaimanapun, Ia menekankan agar kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat harus diprioritaskan dibanding kepentingan pribadi.

Kita setuju, bahwa kesalehan sosial harus dimulai sejak dini, sejak usia kanak-kanak. Lalu bagaimana mengajarkan kesalehan sosial yang benar kepada anak? Gus Mis mengungkapakan, pertama, ajarkanlah anak untuk bersahabat dengan siapa saja. Ke-dua, ajarkanlah pendidikan kekeluargaan yang benar. Terakhir, orang tua harus mengontrol anak dalam bermedia sosial. Ajarkanlah untuk menggunakan media sosial yang cerdas, mengingat tidak semua informasi yang ada di media sosial adalah benar dan tepat untuk dikonsumsi anak.

Jika dikaitkan dengan berbagai aksi terorisme yang kian marak terjadi, Gus Mis menggaungkan, “Harus ada tindakan tegas untuk WNI yang berjejaring dengan jaringan teroris internasional!”. Hal ini dimaksudkan agar persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia tidak digoyah oleh hal-hal yang dapat memecah seperti ini.

Kesalehan sosial haruslah memegang teguh nilai-nilai dasar Pancasila dalam segala aspek kehidupan. Untuk itu, Gus Mis menekankan bahwa, paham agama yang baik itu adalah paham yang bersifat ramah, moderat, dan dapat merangkul semua pihak, seperti yang tercermin dalam setiap sila Pancasila.

Menyinggung masalah fatwa haram bersosial media yang sedang marak diperbincangkan akhir-akhir ini, Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda mengatakan bahwa hal ini didasari oleh banyaknya peristiwa yang mengoyang kesatuan bangsa yang dimulai dari media sosial. Oleh sebab itu, Beliau memandang fatwa ini bertujuan baik adanya.

Lalu, apakah tolak ukur keberhasilan dari kesalehan sosial? Gus Mis memeparkan bahwa, “Sejauh kita berhasil menggaungkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, kita juga telah berhasil menggaungkan kesalehan sosial”. (HL/IL)

 

Mari tunjukkan kesalehan sosial kita, dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang dikandung Pancasila!

 


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...