Heartline Network

Menelisik Kiprah Ronny F. Sompie Dalam Perjalanan Karirnya

Rangkaian program siaran bincang pagi Heartline Coffee Morning kembali diadakan Radio Heartline, kemarin (04/07/17). Bertempat di Heart Studio, Gd. Heartline Center lantai 4, siaran langsung tersebut mengangkat sosok pribadi orang nomor satu di Ditjen Imigrasi saat ini, IRJEN POL. Dr. Ronny F. Sompie.

Acara dipandu oleh penyiar kenamaan Radio Heartline Tangerang Jose Marwan, Riama Silitonga, dan Elshakrist. Acara turut dihadiri oleh Keluarga Kawanua langsung dari Heart Studio, dan dimeriahkan oleh KARINA yang bernaung di bawah  Muses Entertainment, dengan menyanyikan single “Menunggu” dan lagu lainnya.

Selaku Dirjen Imigrasi yang baru, Ronny mengatakan bahwa dirinya akan memprioritaskan inovasi pada tubuh Ditjen Imigrasi. Sehingga pada akhirnya dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan keimigrasian terbaik bagi warga Negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA).

Ronny menerangkan bahwa fungsi selanjutnya dari keimigrasian adalah menjaga kedaulatan negara dan dapat menegakkan hukum. Terlebih saat ini Indonesia juga menjadi negara perlintasan investasi dalam lingkup kawasan Asia Tenggara, yaitu termasuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Imigrasi juga berkewajiban untuk mencegah adanya tindakan terorisme dan penyelundupan. Beliau mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar dari Australia, dalam hal keimigrasian. Australia dinilai berhasil, karena membagi kinerja keimigrasian untuk urusan luar negeri dan dalam negeri. Sehingga, akan lebih mudah melacak teroris dan tindak kejahatan lainnya.

Belum banyak yang mengetahui, ternyata Ronny juga menjabat sebagai Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (K3), sebuah organisasi perkumpulan masyarakat Minahasa. Organisasi ini bertujuan untuk membentuk kebersamaan serta melestarikan budaya yang berkearifan lokal dan berwawasan nasional.

Didampingi oleh Sekjen K3 Ayub Yunus, Ronny mengatakan bahwa daerah Minahasa terkenal dengan kuliner dan objek wisatanya, oleh sebab itu Ia menghimbau masyarakat luas untuk dapat mencontoh dari masyarakat Kawanua dalam hal meningkatkan akses sosial dan ekonomni masyarakatnya.

Ayub memaparkan bahwa dalam hidup bermasyarakat, tentu ada perbedaan. Untuk itu Beliau menghimbau kesadaran toleransi yang tinggi untuk memahami perbedaan tersebut. Beliau menghimbau masyarakat untuk tidak ragu mempertahankan budaya asal ke skala level nasional.

Ayub mengatakan bahwa hidup itu harus maju dan melupakan rasa ego dalam diri. Tidak perlu melihat siapa yang baik dan siapa yang buruk, Ia mengatakan untuk terus melangkah dengan sikap toleransi yang tinggi

Sebagai penutup, Ronny menyimpulkan bahwa, manusia wajib hidup untuk menolong sesama. Ia menerangkan bahwa melalui Kawanua (suku bangsa Minahasa), berperan untuk membantu mempersatukan Bhineka Tunggal Ika. Perkumpulan ini  bertujuan untuk menciptakan kerukunan, membantu pemerintah pusat dan daerah, serta untuk mengamalkan Pancasila.

Editor: Irene Leonardi / HL-Karawaci


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...