Heartline Network

Harga BBM Jadi Murah, Bentuk Realisasi Program BBM Satu Harga

PT. Pertamina (Persero) akan kembali mengoperasikan 4 lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan Juli 2017, sebagai wujud realisasi pelaksanaan program BBM Satu Harga.

Empat lembaga penyalur BBM tersebut, akan fokus pada 4 titik, diantaranya: Halmahera Selatan (Maluku Utara), Pulau Kabaruan, Pulau Karakelang (Sulawesi Utara), dan Pulau Seram (Barat Maluku).

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, menerangkan bahwa dengan beroperasinya lembaga penyalur di 4 titik ini, diharapkan dapat menolong perekonomian masyarakat setempat.

Selama ini menurutnya, masyarakat terpaksa membeli BBM di pengecer dengan harga Rp 15.000 – 25.000 / liter. Dengan realisasi BBM Satu Harga ini, diharapkan masyarakat dapat membeli premium seharga 6.450 rupiah / liter, dan solar seharga 5.150 rupiah / liter.

Hingga akhir Juni 2017, realisasi pengoperasian lembaga penyalur BBM Satu Harga di seluruh Indonesia, telah mencapai 21 titik di daerah Terdepan, Terluar, & Tertinggal (3T).

21 Titik tersebut meliputi 8 titik bagian dari program Papua Satu Harga, 1 titik di Krayan (Kalimantan Utara), dan 12 dari 54 titik, yang akan menjadi target pelaksanaan program BBM Indonesia Satu Harga pada tahun ini.

Diakui bahwa proses pemetaan hingga pada tahap realisasi program BBM Satu Harga ini, memerlukan waktu yang tidak sedikit. Pasalnya, setelah menentukan lokasi, Pertamina perlu mensurvei transportasi BBM, menggandeng investor lokal, membangun infrastruktur, hingga menyediakan lembaga penyalur berupa Agen Premium Minyak & Solar .

Sesuai agenda yang disepakati dalam realisasi BBM Satu Harga, pemerintah Indonesia telah menargetkan pengoperasian 150 lembaga penyalur hingga 2019 yang akan datang. Masing – masing 54 titik pada tahun 2017, 50 titik pada 2018, dan 46 titik pada 2019 mendatang.

Lebih lanjut, estimasi penyaluran BBM di daerah-daerah yang menjadi target program BBM Satu Harga akan mencapai 215 kiloliter (KL) pada 2017 dan menjadi 580 ribu kiloliter pada 2019.

Editor: Irene Leonardi / Heartline - Karawaci

 


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...