Heartline Network

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk dalam musim kemarau.

Hal ini terasa begitu ironis. Pasalnya, Indonesia sebagai negara maritim, memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 81.000 kilimeter (km). Namun realitanya, tidak semua laut di Indonesia dapat dijadikan tempat produksi garam secara optimal.

Diketahui bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kelangkaan garam ini, diantaranya adalah curah hujan, kelembapan udara, suhu, angin, dan kadar garam di air laut. Selain itu, pengelolaan garam nasional pun masih tradisional, sehingga produksi garam domestik menjadi kurang optimal, baik dari segi kebersihan maupun volume.

Terkait solusi untuk menghadapi masalah kelangkaan garam nasional tersebut, Kepala Pusat Riset Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) Riyanto Basuki mejelaskan perlunya peningkatan produktivitas serta perlunya dibangun gudang garam dengan skala besar. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya kembali kelangkaan garam di masa mendatang, ucapnya.

Sementara itu, untuk mengatasi keadaan darurat kelangkaan garam nasional ini, pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan bahwa, Indonesia akan  membuka impor garam sebanyak 75.000 ton. Keputusan ini dibuat karena kebutuhan yang sudah sangat mendesak.

Darmin mengatakan bahwa, kebijakan impor ini akan segera dikaji lebih dalam lagi. Namun untuk saat ini, Darmin mengatakan bahwa pemerintah masih fokus untuk menyelesaikan kebutuhan masyarakat akan konsumsi garam terlebih dahulu. Setelah itu, pemerintah  akan segera memperbaiki penyebab kelangkaan garam ini.

Persoalan tentang kelangkaan stok garam nasional ini juga membuat Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) segera mengambil tindakan. Bersama dengan kementerian dan lembaga lain yang terkait, Kementerian KKP segera melakukan rapat koordinasi yang bertujuan untuk memastikan tersedianya garam nasional untuk konsumsi masyarakat dengan tetap menjaga kesejahteraan petambak garam.

 

Editor: Irene Leonardi / HL - Karawaci


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...