Heartline Network

Memperingati HUT RI Ke-72, Polda Banten Gelar Istighosah Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Polda Banten menggelar acara Istighosah Kemerdekaan pada hari Sabtu (26/06/17) lalu. Acara dimulai sekitar pukul 20.30 dan berakhir pada pukul 23.30 waktu setempat.

Sekitar 15.000 peserta yang terdiri dari para santri dan undangan dari Polres yang tersebar dari berbagai daerah di Banten, termasuk undangan dari Polres Metro Tangerang, menghadiri acara yang dilaksanakan di Mapolda Banten, Serang.

Acara Istiqosah Kemerdekaan tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolda Banten, Brigjen Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan dilanjutkan dengan ceramah dari Habib Umar Mutohar. Sementara itu, Istighosah dipimpin langsung oleh Abuya Muhtadi Dimyathi.

Kepada Radio Heartline, Listyo mengatakan bahwa acara Istighosah Kemerdekaan ini dilangsungkan sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72, dengan harapan dapat kembali menyatukan masyarakat yang ada untuk bersatu menghadapi segala permasalahan yang dihadapi Bangsa Indonesia.

“Hari ini kami masyarakat Banten, semua berikrar untuk setia dan menjaga Pancasila dan NKRI. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat di daerah lain, sekaligus mencontohkan bahwa Banten dapat menjadi pelopor persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Listyo di sela-sela acara.

Disinggung mengenai topik ujaran kebencian (hate speech) yang marak terjadi di masyarakat dan terkait ditangkapnya sindikat penyedia jasa ujaran kebencian dan berita hoax di media sosial, Listyo menegaskan bahwa pihaknya selalu berusaha memberikan masukan setiap saat kepada masyarakat, agar tidak mudah percaya pada berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Ia juga menegaskan bahwa, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang kedapatan melakukan tindakan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa tersebut.

Listyo juga menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat menjadi salah satu negara besar di dunia, “Harapan saya, Indonesia dapat menjadi salah satu negara besar di dunia. Dari hasil penilaian, Indonesia dapat menjadi prospek negara nomor 4 terbesar di dunia, pada tahun 2030 mendatang”. Untuk itu, Ia menegaskan bahwa Indonesia harus dapat merawat dan mengelola kebhinekaan, kekayaan alam, dan sumber daya masyarakatnya dengan baik.

 

Reporter: Agus Fachry / Heartline Tangerang

Editor: Irene Leonardi / Heartline Tangerang


Artikel Terkait

Mengenal Sosok Presiden Wanita Pertama Singapura

Ada yang unik pada pemilihan presiden Singapura tahun ini. Pasalnya, Singapura tidak perlu repot-repot menggelar pemungutan suara tahun ini.

Halimah Yacob, sang mantan Ketua Parlemen Singap...

Menilik Konflik Kemanusiaan di Rakhine

Konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar, kembali terjadi dan menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai lapisan masyarakat di berbagai negara turut prihatin akan kondisi...

Dunia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Korea Utara (Korut) yang terkenal sebagai negara komunis, telah mendapat banyak kecaman dari internasional. Pasalnya, Korut telah menggelar uji coba nuklir terbarunya pada Minggu (3/9) yang lalu. U...

Memperingati HUT RI Ke-72, Polda Banten Gelar Istighosah Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Polda Banten menggelar acara Istighosah Kemerdekaan pada hari Sabtu (26/06/17) lalu. Acara dimulai sekitar pukul 20.30 dan ...

Perang Terhadap Provokasi Isu SARA

Saracen merupakan kelompok yang kerap menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan topik  isu berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Kelompok ini memiliki ribuan aku...