Heartline Network

Dunia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Korea Utara (Korut) yang terkenal sebagai negara komunis, telah mendapat banyak kecaman dari internasional. Pasalnya, Korut telah menggelar uji coba nuklir terbarunya pada Minggu (3/9) yang lalu. Uji coba yang diklaim berlangsung sukses itu, disebut Korut bertujuan untuk menguji kemampuan bom hidrogen canggih, yang berhasil mereka kembangkan.

Korut mengklaim bahwa bom hidrogen dapat dijadikan hulu ledak yang dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua (ICBM) miliknya. Sehubungan dengan ini, sejumlah negara mengecam aksi yang dilakukan Korut ini.

China sendiri yang notabenenya merupakan negara sekutu Korut, menyatakan perlawanan tegas dan kecaman keras akan hal ini. Kementerian Luar Negeri China sendiri menyatakan bahwa, “DPRK (nama resmi Korut) telah mengabaikan perlawanan yang luas dari komunitas internasional, sekali lagi dengan uji coba nuklir.”

Beberapa waktu lalu, Korut menyebut rudal antarbenua buatannya dapat menjangkau daratan Amerika Serikat (AS) dengan membawa nuklir. Bom hidrogen ini disebut-sebut memiliki kekuatan ledakan yang lebih dahsyat dibanding jenis bom nuklir lainnya.

Pernyataan tersebut jelas semakin membuat dunia internasional meradang. Otoritas Jepang mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tiga jet militer, usai Korut melancarkan aksinya. Tujuannya adalah untuk memeriksa sisa-sisa radioaktif yang tersisa, ujar Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera.

Korean Central Television (KCTV) sebagai televisi nasional di Korut, mengumumkan secara resmi bahwa uji coba yang diperintahkan pemimpin mereka Kim Jong Un, berlangsung sukses sempurna. Namun, hal ini tentu saja mendapat kecaman keras sejumlah negara di dunia, seperti: Korea Selatan (Korsel) , Jepang, China, Rusia, dan Perancis.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-In menyerukan agar dijatuhkannya hukuman paling keras untuk Korut. Korsel juga menyerukan agar dunia mengisolasi Korut secara keseluruhan. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe juga menyatakan bahwa uji coba nuklir di Korut ini tidak bisa diterima, karena memberikan ancaman mendesak dan fatal terhadap Jepang.

Kecaman keras juga datang dari Presiden Emmanuel Macron. Ia medorong agar Dewan Keamanan PBB bereaksi cepat dan mendorong agar Uni Eropa juga dapat bersatu untuk menghadapi Korut.

“Ini menunjukkan sikap tak peduli Pyongyang terhadap solusi Dewan Keamanan PBB dan norma hukum internasional, yang pantas dapat kecaman paling keras,” ujar Kemenlu Rusia di Moskow.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga ikut berkomentar mengenai hal ini. Trump bahkan menyebut Korut sebagai negara yang berbahaya.

Melalui akun Twitter pribadinya @realDonaldTrumph, pemimpin negara adidaya itu menulis, “Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir besar. Kata-kata dan aksi mereka terus memusuhi dan berbahaya untuk AS.” Komentar ini ditulis, beberapa jam setelah Korut mengklaim bahwa pihaknya sukses menggelar uji coba nuklirnya.

 

Editor: Irene Leonardi / Heartline Tangerang

 


Artikel Terkait

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program St...

The Heart of Fashion with Handy Hartono

Indonesia memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah kekayaan akan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kain tradisional memiliki nilai seni yang tinggi. Saat ini kai...

Survei Pasar Sebagai Fondasi Berbisnis

Opini masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu pebisnis dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Oleh sebab itu, sebelum memulai sebuah bisnis, sangat perlu untuk melakukan survei pasar t...

Impactful Coaching

Apakah belakangan ini Anda sering mendengar kata coach, yang digunakan untuk menyebut seorang pelatih? Namun,  apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah coaching? Bagaimana...

Ide Bisnis Yang Melawan Mainstream

Menciptakan sebuah bisnis perlu adanya sebuah produk atau jasa yang menjual dan memiliki value. Bisnis yang dibentuk dengan value pasti akan mampu bertahan dalam jangka wangku yan...