Heartline Network

Menilik Konflik Kemanusiaan di Rakhine

Konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar, kembali terjadi dan menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai lapisan masyarakat di berbagai negara turut prihatin akan kondisi ini dan mendesak agar Myanmar segera menyelesaikan konflik ini.

Konflik ini dipicu dari ketegangan yang terjadi di Rakhine, saat itu gelombang serangan dari pendukung militan Rohingnya yang dikenal dengan sebutan ARSA, memulai serangan pada pukul 01.00 hingga matahari terbit. Mereka menyerang sedikitnya 30 pos polisi dan militer setempat (25/8).

“Jika 200 hingga 300 orang maju, 50 orang akan tewas. Insya Allah, sisanya 150 orang bisa membunuh mereka dengan pisau,” ujar Ata Ullah dalam pesan suara untuk para pendukungnya, seprti yang dilansir Reuters, Kamis (7/9).

Pemimpin militan Rohingnya, Ata Ullah menyerukan pendukungnya untuk bergerak menuju kawasan pegunungan terpencil Mayu dengan membawa berbagai benda logam sebagai senjata, diantaranya pisau, tongkat, dan bom rakitan. Kejadian serangan fajar itu menewaskan 13 tentara Myanmar.

Akibatnya, militer Myanmar yang geram akan hal tersebut, memutuskan untuk menjatuhkan bom dari helikopter di Rakhine (26/8). Militer Myanmar memang tengah melakukan operasi militer besar-besaran untuk memburu militan Rohingnya. Hal ini menyebabkan, setidaknya terdapat 400 orang Rohingnya tewas. Padahal, Sekertaris Jenderal PBB Kofi Annan, sudah memperingatkan bahwa reaksi militer yang berlebihan terhadap praktik kekerasan yang terjadi, hanya akan memperburuk konflik antara pengungsi dengan pasukan militer Myanmar.

Diketahui bahwa etnis Rohingnya yang sejak lama tinggal di Rakhine, tidak mendapatkan status kewarganegaraan. Mereka dianggap sebagai imigran illegal dari Bangladesh, sehingga mereka tidak mendapatkan akses pada pekerjaan ataupun pendidikan.

Akibat serangan operasi militer tersebut, ada sekitar 300 ribu etnis Rohingnya yang telah tiba di kamp pengungsian Cox’s Bazar, Bangladesh. Para pengungi yang sebagian besar adalah wanita tersebut, tiba dengan kondisi memprihatinkan.

Kondisi memprihatinkan juga dialami warga Rohingnya di kamp penampungan. Pasalnya telah terjadi keterbatasan pasokan pangan, air bersih, dan obat-obatan. Mereka terus mengharap atas kiriman bantuan kemanusiaan lanjutan. Terkait hal ini, PBB juga menyerukan agar Bangladesh menyiapkan lahan dan tenda baru, bagi pengungsi Rohingnya.

Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang sebelumnya bungkam, akhirnya berkomentar terkait konflik yang pecah di Rakhine. Suu Kyi menegaskan, bahwa pemerintah Myanmar berupaya keras untuk melindungi semua orang di negaranya. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya mengetahui apa yang harus diperbuat untuk menghadapi teroris ataupun warga tak bersalah.

Aksi bungkam Suu Kyi ini, sempat menuai kecaman dunia internasional. Hingga timbul desakan agar nobel perdamaian yang pernah diperolehnya pada tahun 1991 dicabut.

 

Editor: Irene Leonardi / Heartline Tangerang


Artikel Terkait

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program St...

The Heart of Fashion with Handy Hartono

Indonesia memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah kekayaan akan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kain tradisional memiliki nilai seni yang tinggi. Saat ini kai...

Survei Pasar Sebagai Fondasi Berbisnis

Opini masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu pebisnis dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Oleh sebab itu, sebelum memulai sebuah bisnis, sangat perlu untuk melakukan survei pasar t...

Impactful Coaching

Apakah belakangan ini Anda sering mendengar kata coach, yang digunakan untuk menyebut seorang pelatih? Namun,  apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah coaching? Bagaimana...

Ide Bisnis Yang Melawan Mainstream

Menciptakan sebuah bisnis perlu adanya sebuah produk atau jasa yang menjual dan memiliki value. Bisnis yang dibentuk dengan value pasti akan mampu bertahan dalam jangka wangku yan...