Heartline Network

Mengenal Sosok Presiden Wanita Pertama Singapura

Ada yang unik pada pemilihan presiden Singapura tahun ini. Pasalnya, Singapura tidak perlu repot-repot menggelar pemungutan suara tahun ini.

Halimah Yacob, sang mantan Ketua Parlemen Singapura, akhirnya dinobatkan sebagai Presiden Wanita Singapura pertama sepanjang sejarah. Ia terpilih setelah dinyatakan sebagai satu-satunya kandidat capres yang memenuhi semua syarat.

Para capres dituntut harus mampu mendapatkan Sertifikat Kelayakan dari Komisi Pemilihan Presiden (PEC), seperti peraturan yang telah diatur oleh konstitusi negara. Demi mendapatkan sertifikat kelayakan tersebut, tentulah ada sejumlah syarat yang harus dipatuhi oleh para capres.

Para capres haruslah memiliki kewarganegaraan Singapura dan telah berusia diatas 45 tahun. Mereka juga diwajibkan terdaftar sebagai pemilih aktif, yang telah tinggal di Singapura selama tidak kurang dari 10 tahun. Selain itu, para capres disyaratkan bukan sebagai anggota partai politik manapun saat mendaftarkan diri.

Tidak hanya lulus pada persyaratan utama, Halimah Yacob juga berhasil melewati persyaratan selanjutnya. Persyaratan itu mengharuskan para capres untuk setidaknya pernah selama 3 tahun memegang jabatan penting dalam pemerintahan (sektor publik) atau pernah menjabat sebagai CEO perusahaan dengan total aset minimum SG$ 500 juta (sektor swasta), atau mampu menunjukkan posisi penting dan tanggung jawab besar yang pernah diemban sebelumnya.

Akhirnya pada Senin (11/9) lalu, PEC mengumumkan secara resmi bahwa dari lima capres yang mendaftarkan diri, hanya Halimah Yacob, yang memenuhi semua persyaratan itu. PEC menilai integritas, karakter, dan reputasi baik dari Halimah juga turut mendukungnya untuk lulus segenap persyaratan yang diajukan. Sehingga, PEC merilis satu Sertifikat Kelayakan dan Sertifikat Komunitas Melayu untuk Halimah, pada hari itu juga.

Dalam pidato pertamanya, Halimah mengatakan bahwa dirinya merupakan presiden untuk semua orang, walaupun dalam pilpres yang dinilai khusus tersebut.

"Meskipun ini adalah pilpres khusus, saya bukan presiden khusus. Saya presiden untuk semua orang, “ seru Halimah.

Beliau telah resmi ditetapkan sebagai Presiden ke-8 Singapura oleh Returning Officer Ng Wai Choong pada Rabu (13/9) siang waktu setempat. Dengan penetapan ini, Halimah resmi mencetak sejarah sebagai presiden wanita muslimah pertama di Singapura.

 

Editor: Irene Leonardi / Heartline Tangerang


Artikel Terkait

Mengenal Sosok Presiden Wanita Pertama Singapura

Ada yang unik pada pemilihan presiden Singapura tahun ini. Pasalnya, Singapura tidak perlu repot-repot menggelar pemungutan suara tahun ini.

Halimah Yacob, sang mantan Ketua Parlemen Singap...

Menilik Konflik Kemanusiaan di Rakhine

Konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar, kembali terjadi dan menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai lapisan masyarakat di berbagai negara turut prihatin akan kondisi...

Dunia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Korea Utara (Korut) yang terkenal sebagai negara komunis, telah mendapat banyak kecaman dari internasional. Pasalnya, Korut telah menggelar uji coba nuklir terbarunya pada Minggu (3/9) yang lalu. U...

Memperingati HUT RI Ke-72, Polda Banten Gelar Istighosah Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Polda Banten menggelar acara Istighosah Kemerdekaan pada hari Sabtu (26/06/17) lalu. Acara dimulai sekitar pukul 20.30 dan ...

Perang Terhadap Provokasi Isu SARA

Saracen merupakan kelompok yang kerap menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan topik  isu berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Kelompok ini memiliki ribuan aku...