Heartline Network

Peran Pendidikan Dalam Dunia Startup

Banyak orang berkata bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Seseorang mampu bangkit kembali dari kegagalan jika ia sudah dilatih agar tahan banting. Dalam hal ini, pendidikan menjalankan tugas penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia tersebut.

Radio Heartline Tangerang dalam program terbarunya “Startup Channel” yang disiarkan langsung di Koze Cafe, Gading Serpong, kembali membahas seputar dunia startup bersama: Soegianto Widjaya (CEO Cookpad Indonesia), Ig. Kenny Haryanto (Founder Martabak Gue), dan Dr. I Made Murwanta (Akademisi UPH).

Media teknologi informasi sangat membantu pemula untuk memulai startup dan tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkan media sosial. Disana mereka bisa membuka toko online sampai melakukan promosi secara gratis.

Dalam diskusi tersebut, Made menjelaskan bahwa dunia pendidikan juga memegang peranan penting lainnya. Made mengatakan bahwa jika dunia pendidikan mampu dijadikan celah dalam mempersiapkan manusia yang nantinya siap memulai bisnis startup.

Lebih lanjut, Made menceritakan bahwa lewat jalur pendidikan, mereka dilatih agar tahan banting terhadap ancaman atau masalah yang nantinya akan mereka hadapi di pertengahan jalan. Kemudian, mereka dipersiapkan agar ide yang dihasilkan bersifat out of the box dan tetap memiliki dasar. Dengan adanya support dari dunia pendidikan, pebisnis nantinya diharapkan dapat memiliki pondasi yang kuat untuk memulai bisnis.

Dalam dunia pendidikan juga terdapat satu metode yang digunakan untuk mempersiapkan sumber daya manusia. Metode tersebut dinamakan mesin learning dan metode ini berbasis data.

Dilain pihak, Soegianto percaya bahwa kreatifitas lahir dari keterbatasan. Jika terlalu banyak diberikan fasilitas, Beliau mengatakan bahwa manusia justru tidak fokus. Tetapi menurutnya, dengan adanya keterbatasan, justru orang-orang akan mulai berkreasi.

Disamping itu, sebuah bisnis juga harus memberikan nilai. Sayangnya, fenomena yang ada justru menunjukkan bahwa, generasi muda saat ini hanya dipersiapkan untuk menjadi pekerja yang bertujuan menghasilkan uang saja. Seharusnya, bisnis dilakukan dengan memberikan sebuah nilai, sehingga nantinya sudah pasti itu akan menghasilkan uang.

“Penting sekali bagi hidup kita yang singkat ini untuk memberikan nilai melalui musik, melalui ilmu, dan kemudian memberikan sumbangsih kepada masyarakat,” pesan Soegianto Widjaya dalam diskusi pagi ini. 

Mari bergabung bersama Radio Heartline Tangerang dalam program “Startup Channel” yang disiarkan secara langsung dari Koze Cafe, Ruko Medrisio 1 Blok D No. 7, Gading Serpong.

 

StartUp Channel

Setiap hari Senin, pk 08.00-09.30 WIB

Hanya di Radio Heartline 100,6 FM

Live streaming: www.heartline.co.id

Youtube: Heartline Network


Artikel Terkait

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program St...

The Heart of Fashion with Handy Hartono

Indonesia memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah kekayaan akan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kain tradisional memiliki nilai seni yang tinggi. Saat ini kai...

Survei Pasar Sebagai Fondasi Berbisnis

Opini masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu pebisnis dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Oleh sebab itu, sebelum memulai sebuah bisnis, sangat perlu untuk melakukan survei pasar t...

Impactful Coaching

Apakah belakangan ini Anda sering mendengar kata coach, yang digunakan untuk menyebut seorang pelatih? Namun,  apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah coaching? Bagaimana...

Ide Bisnis Yang Melawan Mainstream

Menciptakan sebuah bisnis perlu adanya sebuah produk atau jasa yang menjual dan memiliki value. Bisnis yang dibentuk dengan value pasti akan mampu bertahan dalam jangka wangku yan...