Heartline Network

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program StartUp Channel yang disiarkan Radio Heartline Tangerang mengundang dua orang narasumber profesional, yakni Yohanes (Owner Bola-Bola Ubi -Bobobi) dan Danny Saksono (CEO Quintal.id).

Jika dibandingkan dengan bisnis makanan lainnya, bisnis bola ubi ini memang sedang banyak ditemui di masyarakat Indonesia. Yohanes menceritakan bahwa, awalnya Ia mendapat ide untuk membuka bisnis ini dari pengalaman temannya yang pernah mencicipi jajanan bola ubi kopong di Bandung. Kemudian, mereka memulai bisnis ini bertiga dan menargetkan mahasiswa sebagai sasaran pembelinya.

Mengapa mahasiswa? Karena Yohanes melihat adanya peluang di kampus. Setiap tahunnya, di kampus pasti kedatangan mahasiswa baru yang akan tertarik dengan jajanan seperti ini. Kemudian, melihat suksesnya bisnis ini, mereka menargetkan untuk semua kalangan dan semua umur. Tapi tetap sasaran utamanya adalah mahasiswa.

Saat ini, Bobobi sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Banjarmasin. Namun menurut Yohanes, pihaknya menghadapi sedikit kendala, yakni sulitnya mencari bahan baku pembuatan bola-bola ubi di daerah tersebut. Ia beranggapan bahwa, ubi di Bnjarmasin lebih mahal dibandingkan di daerah Jawa, karena tanah di daerah Kalimantan lebih banyak yang kering.

Menurut Djoko Kurniawan selaku senior consultant business, makanan tradisional memang paling bagus untuk dijadikan bisnis, seperti kue cubit. Pasalnya, makanan tradisional hanya tinggal berinovasi dengan selera pasar saat ini. Jajanan seperti ini pun sebenarnya dapat masuk ke pasar ASEAN.

Beralih ke Quintal.id, Danny membagikan pengalamannya tentang awal startup ini bisa terbentuk. Quintal.id merupakan software akademik yang dapat digunakan guru, siswa, orang tua, dan manajemen sekolah untuk membantu administrasi, komunikasi, dan pelajaran di sekolah.

Danny mengatakan bahwa, meskipun quintal.id merupakan sebuah software untuk bidang pendidikan, bisnis ini tidak dimulai dengan sesuatu yang noble. Menurutnya, semua dimulai dari melihat peluang bisnis yang bisa dilakukan dalam bidang pendidikan. Saat Danny bekerja di Singapore, Ia pernah menaiki transportasi umum. Di saat itu, dia banyak melihat anak-anak yang pergi ke sekolah dengan hanya membawa sedikit buku.

Jika dibandingkan dengan Indonesia, anak-anak yang ingin pergi ke sekolah diwajibkan membawa banyak perlengkapan seperti buku pelajaran, buku tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya. Beberapa sekolah mungkin sudah memiliki fasilitas yang memadai, seperti loker untuk menyimpan barang di sekolah, yang membuat anak-anak tidak perlu membawa banyak barang.
Tetapi, kebanyakan sekolah, masih belum menyediakan loker untuk siswanya. Melihat hal itu, Danny memiliki visi untuk men-digitalisasi sekolah di Indonesia. Dia ingin mencoba menerapkan “one student, one tablet/notebook” di Indonesia.

Tidak hanya untuk siswa, Quintal.id juga dimaksudkan untuk orang tua, manajemen sekolah, dan guru. Guru dapat memberikan tugas, distribusi materi, ulangan, test online, kehadiran, dan administrasi. Sebuah end-to-end solution untuk sekolah.

Fungsi utamanya untuk membantu dalam hal administrasi pembukuan akademik kesiswaan. Sekolah memiliki banyak dokumen, mulai dari pembelajaran, akreditasi, keuangan diberbagai tempat tapi tidak sinkron. Dengan menggunakan Quintal.id, semua dokumen tersebut berada dalam satu tempat yang dapat dengan mudah diakses sekolah. Sampai saat ini, Danny mengatakan sudah bekerjasama dengan 25 sekolah di Indonesia.

Mari bergabung bersama Radio Heartline Tangerang dalam siaran langsung program talkshow “Startup Channel” di Koze Cafe (Ruko Medrisio 1 Blok D No.7, Gading Serpong, Tangerang) setiap hari Senin, pukul 08.00-09.30 WIB. Anda juga bisa mendengarkan secara live streaming melalui frekuensi Radio Heartline Tangerang 100.6 FM atau streaming di www.heartline.co.id.

 


Artikel Terkait

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program St...

The Heart of Fashion with Handy Hartono

Indonesia memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah kekayaan akan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kain tradisional memiliki nilai seni yang tinggi. Saat ini kai...

Survei Pasar Sebagai Fondasi Berbisnis

Opini masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu pebisnis dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Oleh sebab itu, sebelum memulai sebuah bisnis, sangat perlu untuk melakukan survei pasar t...

Impactful Coaching

Apakah belakangan ini Anda sering mendengar kata coach, yang digunakan untuk menyebut seorang pelatih? Namun,  apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah coaching? Bagaimana...

Ide Bisnis Yang Melawan Mainstream

Menciptakan sebuah bisnis perlu adanya sebuah produk atau jasa yang menjual dan memiliki value. Bisnis yang dibentuk dengan value pasti akan mampu bertahan dalam jangka wangku yan...