Heartline Network

Pilkada Kota Tangerang diwarnai 22 pelanggaran

Kota Tangerang - Memasuki H-1 hari pencoblosan Pemilukada Kota Tangerang, sekurangnya 22 laporan dugaan pelanggaran diterima Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang. "Tercatat sejak Juli hingga hari ini ada 22 laporan dugaan pelanggaran yang telah kami terima, yang masuk sejak bulan Juli. Lima diantaranya telah selesai diproses seperti halnya pelanggaran kode etik dan administrasi," kata Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Tangerang, Agus Muslim. Jumat (30/8/2013). Terkait dengan 5 yang sudah selesai, seperti dikutip dari SindoNews, masih ada 17 dugaan pelanggaran yang saat ini masih diproses dan akan diselesaikan dalam waktu dekat. "Sebagian laporan sudah ada yang berjalan dan sisanya tengah dalam proses. Karena dari satu laporan, kami hanya memiliki waktu tujuh hari ditambah tujuh hari lagi untuk memprosesnya," tegasnya. Saat ditanya pasangan calon mana saja yang laporannya masuk, dikatakan Agus, seluruh paslon tercatat dalam laporan dugaan pelanggaran. "Dari kesemua laporan, lima paslon tercatat dengan laporan pelanggaran yang bervariasi. Seperti pemasangan spanduk tidak dengan ketentuan, penggunaan fasilitas negara untuk kampanye, serta memobilisasi massa untuk memilih pasangan tertentu," tuturnya. Lalu dikatakan Agus ada juga yang melakukan kampanye di luar jadwal, dugaan money politik, keterlibatan PNS, keterlibatan anak-anak dalam kampanye. Laporan yang diterima Panwaslu tidak hanya terbatas kepada paslon, tapi juga ada laporan dugaan pelanggaran yang ditunjukan kepada KPU Provinsi Banten serta Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. Untuk diketahui, pelaksanaan pencoblosan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang akan dilaksanakan pada 31 Agustus 2013 besok di 2.938 TPS, dengan jumlah pemilih sebanyak 1.161.855 orang. Adapun pasangan yang akan bertarung memperebutkan suara warga Kota Tangerang ini diantaranya pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar nomor urut satu, pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad nomor urut dua, pasangan Dedy "Miing" Gumelar-Suratno Abu Bakar nomor tiga, pasangan Ahmad Marju Kodri -Gatot nomor empat dan Arief- Sachrudin nomor lima. Jum'at, 30 Agustus 2013|13:54 WIB Editor:Agus Sunarya


Artikel Terkait

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program St...

The Heart of Fashion with Handy Hartono

Indonesia memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah kekayaan akan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kain tradisional memiliki nilai seni yang tinggi. Saat ini kai...

Survei Pasar Sebagai Fondasi Berbisnis

Opini masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu pebisnis dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Oleh sebab itu, sebelum memulai sebuah bisnis, sangat perlu untuk melakukan survei pasar t...

Impactful Coaching

Apakah belakangan ini Anda sering mendengar kata coach, yang digunakan untuk menyebut seorang pelatih? Namun,  apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah coaching? Bagaimana...

Ide Bisnis Yang Melawan Mainstream

Menciptakan sebuah bisnis perlu adanya sebuah produk atau jasa yang menjual dan memiliki value. Bisnis yang dibentuk dengan value pasti akan mampu bertahan dalam jangka wangku yan...