Heartline Network

Tiga Pasangan Pilkada Ancam Gugat Hasil Pilkada Kota Tangerang

KOTA TANGERANG- Tiga pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Tangerang mengancam akan menggugat KPU Banten ke Pengadilan Tata Usaha Negara Negara (PTUN). Mereka adalah pasangan nomor urut 3 Dedi Swandi "Miing" Gumelar-Suratno Abubakar, Abdul Syukur-Hilmi Fuad dan Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar. Mereka merasa tidak puas dengan proses pelaksanaan pilkada yang dinilai cacat hukum. "Sebenarnya kita bukan tidak puas dengan hasil pemungutan suaranya. Tapi yang menjadi persoalan bagi saya adalah prosesnya yang cacat hukum," ujar Miing, Minggu (1/9). Menurutnya, bila proses pilkada dilakukan sesuai aturan maka pihaknya tentu akan bisa menerima hasilnya. “Namun bila kemudian prosesnya cacat hukum, tentunya ini akan menjadi masalah besar bagi demokrasi di Kota Tangerang. Aturan yang dilanggar itu misalnya, KPU Banten yang mengambil alih tugas KPU Kota Tangerang tidak mengartikan secara benar keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). "KPU Banten tidak melakukan pleno bersama dalam mengubah jumlah pasangan calon dari tiga pasangan menjadi lima pasangan. Seharusnya mereka melakukan pencabutan terlebih dahulu hasil pleno KPU Kota Tangerang itu dan kemudian memplenokan lima pasangan calon. Tiga pasangan itukan ditetapkan dalam rapat pleno KPU Kota Tangerang. Bila kemudian diubah, seharusnya KPU juga menggelar pleno bersama," terangnya. Ia menambahkan, KPU Banten dengan sengaja meloloskan pasangan calon yang terindikasi mendapatkan dukungan ganda dari satu partai politik (parpol) dan adanya pasangan yang tetap diloloskan meski tidak mengikuti proses tes kesehatan. Hal itu diamini Abdul Syukur. Dia mengaku, pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang diwarnai banyak kejanggalan dan kecurangan. Komisioner KPU Banten Syaiful Bahri menyatakan, proses Pilkada Kota Tangerang sudah berjalan sesuai aturan dan sebagaimana keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). KPU siap menghadapi gugatan yang diajukan pasangan calon yang tidak puas. "Tapi kalaupun ada pihak lain yang merasa tidak puas tentunya kami siap meladeninya. Menggugat kan hak warga negara," katanya. Senin, 2 September 2013|10:05 WIB Sumber:Radar Banten


Artikel Terkait

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Bom Kampung Melayu

Kelompok teror ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang terjadi pada Rabu (24/5) malam.

“Pelaksana dari serangan terhadap polisi I...

Nicky Hayden Wafat Setelah Lima Hari Dirawat Pasca Kecelakaan

Mantan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden tak dapat diselamatkan lagi nyawanya pasca tertabrak mobil saat bersepeda lima hari lalu di pesisir Italia.

Seperti dilansir dari BBC Sport<...

Konsernya Dibom, Ariana Grande Akhirnya Buka Suara

Konser Ariana Grande menorehkan luka yang mendalam dalam salah satu sejarah musik. Bagaimana tidak, konser pertamanya di Eropa diwarnai dengan aksi ledakan yang diduga terorisme dan bunuh diri...

Jokowi Harap Umat Islam Tak Anggap Amerika sebagai Musuh

Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepada umat Islam di dunia saat konferensi "Arab Islamic American Summit”. Dia berharap konferensi yang mempertemukan pimpinan negar...

Mengaum atau Mengembik?

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati hari yang bersejarah yakni Hari Kebangkitan Nasional, yang diambil dari peristiwa lahirnya organisasi Boedi Oetomo tahun 1908. Mengapa lahirnya Boedi...