Heartline Network

JSS Dinilai Jadi Jembatan Terpanjang di Dunia

Jakarta - Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda sepanjang 29 kilometer jika terealisasi dinilai akan berpotensi menjadi jembatan terpanjang baru di dunia atau mengalahkan jembatan atas laut Akashi Kaikyo di Jepang dengan panjang bentangan tengah 1.991 meter. "Tak hanya terpanjang, JSS akan menjadi jembatan terdalam juga, yakni bisa menancap bawah dasar laut hingga 100 meter. Sedangkan jembatan laut Akashi Kaikyo Jepang hanya sekitar 60 meter saja," kata Ahli konstruksi bawah laut, Ben Usagani menjawab pers dalam rangka Simposium Arsitektur Jembatan Selat Sunda (JSS) pada 5 September 2013, di Jakarta, Senin. Ben menyebut, salah satu calon terkuat yang akan mendapatkan predikat jembatan atas laut terpanjang ialah Jembatan Messina di Italia dan diperkirakan akan dua kali jembatan Akashi Kaikyo. "Itu adalah yang terpanjang di dunia kalau di Italia tidak dibangun yakni `Messina bridge`," katanya. Jembatan Messina tersebut sudah lama didengungkan oleh Pemerintah Italia akan dibangun. Namun hingga sekarang, hal tersebut belum terealisasi. "Sudah 20 tahun didengungkan, tapi nggak jadi-jadi," katanya. Terkait dengan rencana simposium itu sendiri, dalam siaran pers, seperti dilansir Antara, Ikatan Alumni Arsitektur Institut Sains dan Teknologi Nasional dan Ikatan Alumni ISTN menyebut, berencana mengadakan simposium Arsitektur Jembatan Selat Sunda dan akan menghadirkan pejabat pemerintah hingga para profesional di bidang konstruksi sebagai pembicara. Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan ulang tahun program studi teknik arsitektur di Kampus Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), Jakarta yang telah berdiri sejak tahun 1950 sekaligus juga bentuk apresiasi dan dukungan para alumni terhadap rencana pemerintah dalam membangun proyek JSS itu. "Ini ulang tahun kita yang ke-30. Sedangkan kampus kita berdiri sejak 1950 didirikan oleh Professor Roossenno, beliau adalah bapak beton Indonesia. Dia pernah berujar, jika ingin menggabungkan Nusantara, bangunlah jembatan antar-pulau. Itu lah alasannya kita buat simposium ini," kata Ketua Perayaan 30 Tahun Teknik Arsitektur ISTN Mahisa Bayu Hanika. Selasa, 3 September 2013 | 11:55 WIB Editor:Agus Sunarya


Artikel Terkait

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Bom Kampung Melayu

Kelompok teror ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang terjadi pada Rabu (24/5) malam.

“Pelaksana dari serangan terhadap polisi I...

Nicky Hayden Wafat Setelah Lima Hari Dirawat Pasca Kecelakaan

Mantan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden tak dapat diselamatkan lagi nyawanya pasca tertabrak mobil saat bersepeda lima hari lalu di pesisir Italia.

Seperti dilansir dari BBC Sport<...

Konsernya Dibom, Ariana Grande Akhirnya Buka Suara

Konser Ariana Grande menorehkan luka yang mendalam dalam salah satu sejarah musik. Bagaimana tidak, konser pertamanya di Eropa diwarnai dengan aksi ledakan yang diduga terorisme dan bunuh diri...

Jokowi Harap Umat Islam Tak Anggap Amerika sebagai Musuh

Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepada umat Islam di dunia saat konferensi "Arab Islamic American Summit”. Dia berharap konferensi yang mempertemukan pimpinan negar...

Mengaum atau Mengembik?

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati hari yang bersejarah yakni Hari Kebangkitan Nasional, yang diambil dari peristiwa lahirnya organisasi Boedi Oetomo tahun 1908. Mengapa lahirnya Boedi...