Heartline Network

Kursi untuk "Si Raja Minyak"

KOMPAS.com — Masih ingat dengan "Poltak si Raja Minyak dari Medan", sebutan untuk seorang tokoh dalam sinetron Gerhana yang tenar pada tahun 1999-2003? Logat Batak berikut dandanannya yang khas dengan rambut cepak berkuncir panjang dan kalung emas melingkar di leher membuatnya diingat banyak orang. Satu kalimat Poltak yang paling diingat banyak orang adalah, "Aku si Poltak Raja Minyak dari Medan". Kalimat itu selalu dilontarkan Poltak bila sedang membanggakan diri sendiri. Tokoh Poltak diperankan oleh pengacara Ruhut Sitompul. Ruhut pernah menjadi anggota Partai Golkar. Namun, setelah Pemilu 2004, dia bergabung dengan Partai Demokrat. Di partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono ini, karier politiknya mulai menanjak. Pria asal Medan itu lalu terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari daerah pemilihan Sumatera Utara III. Meski sudah menjadi anggota DPR, kebiasaan Ruhut saat bermain sinetron masih dibawa-bawa. Pernyataan "Aku ini Poltak, si Raja Minyak dari Medan" masih kerap dia ucapkan. Ruhut juga kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Misalnya, dia siap memotong telinga jika ada aliran dana talangan untuk Bank Century yang mengalir ke Partai Demokrat dan Presiden Yudhoyono. Meski Ruhut dikenal kontroversial, Partai Demokrat memilihnya sebagai Ketua Komisi III, menggantikan Gede Pasek Suardika. Pengumumannya dilakukan pada Rabu (18/9/2013) lalu. Tentang penunjukannya sebagai Ketua Komisi III, seperti dikutip dari Kompas.com, sebenarnya sudah dilontarkan Ruhut sejak Juli 2013. Ia juga pernah mengatakan akan dilantik 20 Agustus. Hari itu, ia juga sudah mempersiapkan diri untuk dilantik, tetapi batal karena belum ada surat resmi dari Fraksi Partai Demokrat. Saat itu, Ruhut juga mengatakan, jabatan Komisi III merupakan hadiah dari Susilo Bambang Yudhoyono atas loyalitasnya kepada Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Meski penunjukan Ruhut sebagai ketua komisi menjadi wewenang fraksinya, sejumlah keberatan disampaikan sebagian rekannya di Komisi III. Bahkan, muncul wacana penolakan. Desmond J Mahesa dari Fraksi Partai Gerindra menyebut, Ruhut terlampau sering menyampaikan lelucon yang tidak cerdas. Akibatnya, Nasir Djamil dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengatakan, komisinya dapat menjadi komisi badut jika dipimpin Ruhut. Di sela-sela sejumlah pendapat tentang penunjukan Ruhut sebagai Ketua Komisi III, satu hal yang pasti, menjelang diumumkan secara resmi memegang jabatan itu oleh Nurhayati Ali Assegaf, Ruhut menyebut Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR itu sebagai "Ibu Nurhayati yang cantik jelita". Padahal, tahun lalu, Ruhut pernah mengeluarkan kata "Mak Lampir". Dalam politik, memang tak ada kawan dan lawan abadi, yang abadi hanya kepentingan. Jum'at, 20 September 2013 | 13:56 WIB Editor: Agus Fachry


Artikel Terkait

Selamat Datang Gubernur Baru DKI Jakarta!

Masyarakat DKI Jakarta telah menyalurkan suaranya dalam pilkada Rabu kemarin (19/04/17). Sejumlah upaya masyarakat dikerahkan, guna untuk menggunakan hak pilih tersebut. Kini saatnya menerima hasil...

The Power of Women

Sejuta definisi nampaknya kurang untuk menggambarkan sosok wanita. Ciptaan Yang Maha Kuasa ini begitu unik, konon karena ia dijadikan dari tulang rusuk sang Adam.

Oleh sebab itulah, tidakla...

Mendagri: Pemilihan Suara Pilkada DKI Akan Berlangsung Aman

Masyarakat ibu kota bersiap menyambut pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta dengan periode masa jabatan 2017-2022, pada lusa, Rabu (19/04/17). Kandidat calon gubernur (cagub...

Taiwan Resmi Larang Sembelih Anjing Dan Kucing

Parlemen pemerintahan Taiwan secara resmi telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) yang menyatakan larangan penyembelihan kucing dan anjing untuk dikonsumsi manusia.

Dilansir dari lam...

SIGNIFIKAN! Penumpang Transjakarta Naik 41,3 Persen Dalam 3 Bulan

Selama periode Januari – Maret 2017, jumlah pengguna moda angkutan Bus Transjakarta mengalami peningkatan sebesar 41,3 persen, dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Menurut dat...