Heartline Network

Mengenang Pembentukan Provinsi Banten

SERANG – Gerakan Pemuda Reformasi Indonesia (GPRI) Banten melaksanakan pertemuan yang bertajuk ‘Silaturahmi Keluarga Besar GPRI Banten’ di sebuah hotel di Kota Serang, Sabtu (21/9/2013). Pertemuan dengan suasana kekeluargaan itu untuk mengenang detik-detik perjuangan pembentukan Provinsi Banten. Acara dihadiri sejumlah tokoh Banten, pemuda, aktivis perempuan, mahasiswa, pengusaha dan lain-lain. GPRI Banten juga direncanakan akan membuat buku tentang perjalanan pembentukan Provins Banten yang dilihat dari berbagai sudut pandang. Presidium GPRI Banten Taufik Rohman mengatakan, kegiatan itu untuk mengenang perjuangan dan kiprah GPRI dalam proses pembentukan Provinsi Banten. “Tentu GPRI punya andil besar dalam pembentukan Provinsi Banten ini. Mulai dari diskusi ke diskusi, seminar ke seminar, hingga pergi ke Jakarta (DPR RI,red) dengan tujuan untuk menjadikan Banten sebuah provinsi, berpisah dari Jawa Barat,” ujar Taufik. Sedangkan mantan Ketua Pokja Pembentukan Provinsi Banten Irsjad Djuwaeli mengatakan, sejarah pembentukan Provinsi Banten dimulai pada 5 Mei 1999 dengan diselenggarakannya seminar oleh GPRI Banten tentang proyeksi terwujudnya Provinsi Banten. Dari seminar itu kemudian menghasilkan atau terbentuknya Kelompok Kerja (Pokja) yang diketuai dirinya. “Nah kemudian pokja ini melakukan kegiatan yang mendorong pembentukan Provinsi Banten. Kegiatan itu adalah penggalangan dukungan dari masyarakat dan mendorong DPP RI. Pokja kemudian membuat proposal potensi Banten. Hasilnya Banten layak jadi sebuah provinsi,” terang Irsjad. Dijelaskan, ternyata pokja ada yang menggembosi dari pihak luar karena ada juga yang namanya Komite Pembentukan Provinsi Banten (KPPB) yang diketuai Uwes Qorni (alm). “Dengan demikian wadah pembentukan Provinsi Banten ada dua maka wadah itu disatukan dengan nama Badan Koordinasi (Bakor) yang diketuai Tryana Sjam’un, hingga akhirnya Banten menjadi sebuah provinsi,” ujarnya mengakhiri. Senin, 23 September 2013|09:45 WIB Sumber: Radar Banten


Artikel Terkait

Polri: 11 WNI Masuk ke Marawi Filipina untuk Dakwah

Markas Besar Polri mengaku telah mengidentifikasi 11 warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Kota Marawi di Pulau Mindanao, Filipina. Mereka menyeberang ke Filipina melalui jalur legal dan bertu...

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Bom Kampung Melayu

Kelompok teror ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang terjadi pada Rabu (24/5) malam.

“Pelaksana dari serangan terhadap polisi I...

Nicky Hayden Wafat Setelah Lima Hari Dirawat Pasca Kecelakaan

Mantan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden tak dapat diselamatkan lagi nyawanya pasca tertabrak mobil saat bersepeda lima hari lalu di pesisir Italia.

Seperti dilansir dari BBC Sport<...

Konsernya Dibom, Ariana Grande Akhirnya Buka Suara

Konser Ariana Grande menorehkan luka yang mendalam dalam salah satu sejarah musik. Bagaimana tidak, konser pertamanya di Eropa diwarnai dengan aksi ledakan yang diduga terorisme dan bunuh diri...

Jokowi Harap Umat Islam Tak Anggap Amerika sebagai Musuh

Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepada umat Islam di dunia saat konferensi "Arab Islamic American Summit”. Dia berharap konferensi yang mempertemukan pimpinan negar...