Heartline Network

Disesalkan, KY Berangkatkan Pemvonis Ringan Mafioso Narkoba ke Turki

Jakarta - Komisi Yudisial (KY) memberangkatkan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Yuningtyas Upiek Kartikawati ke Turki. Padahal, hakim Upiek tengah dilaporkan ke KY karena membekingi tempat dugem di Kuta, Bali. "Ini ibaratnya memberikan senjata bagi orang yang diragukan komitmennya untuk melawan grup pro reformasi, terutama dalam isu korupsi dan pencucian uang," kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) Alvon Kurnia Palma, Senin (21/9/2013). Bagi YLBHI, pengiriman hakim yang memiliki rekam jejak buruk bisa bermata dua. Di satu sisi bisa mengubahnya menjadi lebih baik, di sisi lain bisa sebaliknya. "Karena sudah dikirim ke Turki, maka perlu ada diterapkan monitoring dan evalulasi pasca kursus. Apakah kursus ini mengembangkan kapasitasnya atau tidak. Hakim Upiek dengan 8 hakim lainnya di Turki selama sepekan akan melakukan diskusi intensif mengenai prosedur, mekanisme, teknis seleksi pengangkatan hakim, pendidikan dan peningkatan kapasitas termasuk pengawasan perilaku hakim. "Tes ulang itu dua hari setelah mereka pulang dari Turki," pungkas Alvon. Setelah selesai tugas di Denpasar, Mahkamah Agung (MA) memboyong Upiek untuk mengadili perkara-perkara di wilayah hukum Tangerang. Di ujung tugasnya di PN Tangerang, Upiek memutus mafioso narkoba asal Malaysia Kweh Teik Choon. Oleh jaksa, Kweh dituntut hukuman mati. Namun oleh Upiek dkk, palu hanya diketok untuk vonis selama 20 tahun penjara. Di tingkat banding, hukuman Kweh disunat menjadi 12 tahun penjara. Ketua majelis hakim tingkat banding, Tewa Madon kini pensiun dan belakangan ikut seleksi hakim ad hoc tipikor tetapi ditolak Mahkamah Agung (MA). Vonis bagi Kweh bikin MA geram. MA pun menganulir dan Kweh Teik Choon dihukum mati sesuai tuntutan jaksa. Saat ini Upiek berdinas di PN Jaksel. Senin, 23 September 2013 | 09:50 WIB Sumber: detik


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...