Heartline Network

Mengaku Ditawari Kursi Menkum HAM, Ruhut Juga Siap Jadi Hakim MK

Jakarta - Ruhut Sitompul mundur dari penunjukan dirinya sebagai Ketua Komisi III DPR. Ruhut menyebut pengunduran dirinya diapresiasi oleh SBY. "Aku yang minta mundur. Waktu aku sampaikan, Pak SBY acung jempol. Tak ada yang suruh aku mundur satu pun. Aku bilang mau menyelamatkan partai," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2013). Ruhut menyebut apresiasi itu berujung pada janji posisi terhormat untuknya dari SBY. Janji itu disampaikan oleh Ketua Harian PD Syarief Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin. "Katanya ada jabatan yang terhormat yang disiapkan untuk aku," ujarnya. Ruhut belum tahu jabatan apa itu. Namun dia mengaku sempat ditawari posisi Menkum HAM oleh Amir Syamsuddin. "Dia bilang, adinda mau nggak menggantikan saya jadi Menkum HAM. Tapi aku nggak mau, aku bilang aku dukung abang terus," tutur Ruhut. Si Poltak mengaku siap memegang jabatan apa pun yang nantinya diberikan untuknya, termasuk jika dirinya ditunjuk menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi. "Kalau memang diminta, aku siap," ujarnya. Selasa, 8 Oktober 2013 | 15:35 WIB


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...