Heartline Network

Saya Terima Untuk Mempercepat Kasus Ini

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Menpora Andi Mallarangeng dalam kasus korupsi Hambalang. Menanggapi keputusan KPK, Andi pun menerimanya dan berharap kasusnya bisa segera tuntas. "Saya terima ini sebagai sebuah proses untuk mempercepat penuntasan kasus ini," kata Andi saat keluar dari Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (17/10/2013). Andi keluar sekitar pukul 16.00 WIB. Dia memakai baju batik yang dilapisi rompi tahanan KPK warna oranye. Sebelumnya, Andi diperiksa sejak pukul 10.00 WIB. "Harapan saya segera bisa dibawa ke pengadilan yang adil dan kebenaran bisa terungkap, yang salah salah, yang benar ya benar. Terimakasih," jelasnya sambil berjalan menuju mobil tahanan. Andi ditahan di Rutan KPK untuk 20 hari ke depan. Kamis, 17/10/2013 16:24 WIB Sumber: detik


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...