Heartline Network

Kisah Iptu Eny, Mantan Tukang Sayur yang Jadi Kanit Provost

Demak — Berbekal kedisiplinan dan tekad yang kuat untuk menggapai cita-cita, Eny Suprapti meniti karier sebagai polisi wanita. Siapa sangka masa remajanya ia lalui dengan perjuangan yang berat akibat keterbatasan ekonomi. Wanita yang telah menginjak usia 37 tahun itu kini menempati posisi penting di Polsek Pedurungan, yakni sebagai Kepala Unit (Kanit) Provost dengan pangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu). Ibu dua anak ini menuturkan bagaimana awal ia menempuh studi di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) hingga akhirnya bisa menjadi perwira berpangkat balok dua ini. Cita-cita menjadi polwan telah ada di benaknya sejak kelas 2 SD. "Waktu itu saat melintas di jalan bersama ayah, ayah saya putar balik motor karena melihat polwan di jalan. Saya ditunjukkan itu loh polwan. Sejak itu saya mulai tertarik jadi polwan," tuturnya. Berasal dari keluarga yang kurang mampu, Eny pun sadar cita-citanya itu tidak mudah untuk diraih. Sedari SMP, Eny telah ikut bekerja keras membantu perekonomian orangtuanya. Tujuannya agar beban orangtuanya bisa ringan, dan berharap cita-citanya nanti didukung oleh kedua orangtua. "Waktu SMP, saya itu jualan jagung rebus keliling di Perumahan Plamongan Indah," ujarnya. Bahkan pernah Eny terjebak hingga malam hari di kompleks perumahan itu lantaran hujan deras. Dia hanya berteduh di emperan rumah orang tanpa masuk ke dalam rumah. Jual sayur Berjualan jagung rebus itu digeluti Eny hingga tamat SMP. Beranjak ke bangku SMA, ia pun menggeluti pekerjaan baru. "Saya jualan sayur di Pasar Peterongan," katanya. Pekerjaan itu dilakukan Eny setiap hari tanpa meninggalkan bangku sekolah. Setiap jam dinding menunjuk pukul 01.00, dia sudah mempersiapkan sepeda ontel lengkap beserta keranjang di sisi kiri dan kanan belakang sepeda yang sudah berisi penuh sayuran. Ketika sudah siap, dia pun mengayuh sepeda ontel dari rumah orangtuanya di Mranggen, Demak, menuju ke Pasar Peterongan, Semarang. "Itu saya lakukan setiap hari. Jadi sesama tukang sayur kami sering balapan," kenangnya. Untuk mendukung cita-citanya selepas SMA, ia mulai melatih diri dan berlatih taekwondo. Ia pun bisa meraih sabuk (ban) merah. Setelah tamat SMA, Eny mulai menuturkan niatannya untuk mendaftar menjadi anggota polwan kepada orangtuanya. Lantaran kondisi keluarga yang terbilang kurang mampu, terang saja ayah dan ibunya hanya bisa mendukung. "Saya cuma minta doa restu kepada orangtua. Selebihnya, saya berusaha dan serahkan sepenuhnya kepada Tuhan," kata Eny. Berbekal niat kuat, fisik, dan kedisiplinan, Eny pun kemudian mendaftar menjadi anggota polwan pada 1996-1997. Namun ketika seleksi akhir di Jakarta, Eny dinyatakan tidak lolos. Itu tidak membuatnya kecewa. Entah kebetulan atau tidak, Eny seolah mendapat wangsit di malam sebelum pengumuman kelulusan. "Jadi saya mimpi ada perwira polwan mengajak saya jalan-jalan di SPN. Lalu dia bilang kalau saya tahun ini tidak lolos, namun tahun depan insha Allah saya lolos," kata wanita yang tinggal di Tlogomulyo, Pedurungan, ini. Di tahun angkatan 1997-1998, benar saja Eny dinyatakan lolos menjadi anggota polwan berpangkat Bripda. Berselang beberapa tahun kemudian, Eny pun melanjutkan jenjang pendidikannya ke strata satu. Tahun 2008 Eny dinyatakan lulus seleksi Sekolah Calon Perwira (Secapa). Hingga saat ini, buah dari hasil kerja keras itu sudah dinikmatinya. "Lakukan yang terbaik semampumu, selebihnya, berdoa, dan biarkan Tuhan yang menentukan," ujar Eny. Kamis, 9 Januari 2014|15:04 WIB Sumber: Kompas.com


Artikel Terkait

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...

Harga BBM Jadi Murah, Bentuk Realisasi Program BBM Satu Harga

PT. Pertamina (Persero) akan kembali mengoperasikan 4 lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan Juli 2017, sebagai wujud realisasi pelaksanaan program BBM Satu Harga.

Empat lemba...

BNN Gelar Puncak Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar perhelatan puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), hari ini (13/7), di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Mengangka...

Uji Kelayakan Simpang Susun Semanggi

Proyek simpang susun Semanggi rencananya akan dioperasikan secara penuh per tanggal 17 Agustus 2017 mendatang. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi 30% beban kepadatan lalu lintas di sekitar ruas J...