Heartline Network

Survei Indo Barometer: Jokowi Lebih Pantas Jadi Presiden daripada Mega

Jakarta - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Joko Widodo sama-sama dikenal luas di masyarakat. Namun Jokowi dinilai lebih pantas jadi presiden. "Jokowi juga nama yang dikenal 90-100% pemilih dari semua partai. Dia juga dianggap pantas jadi presiden dengan persentase yang tinggi di semua partai politik," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menyimpulkan hasil surveinya di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2014). Responden dari berbagai parpol seperti dikutip dari detik, menilai Jokowi jauh lebih pantas jadi presiden dibandingkan Megawati. "Angka kepantasannya di PDIP (96,9%), PAN (88,9%), Golkar (78,1%), Gerindra (90,9%) dan Demokrat (81,8%). Lebih tinggi daripada Megawati di PDIP (72,5%) dan Hatta Rajasa di PAN (33,3%)," katanya. Survei dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia pada 4 – 15 Desember 2013 dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang. Margin of error survei ini sekitar 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia (berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan). Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Survei Indo Barometer memang menempatkan Jokowi sebagai capres paling potensial. Jika PDIP tak mencapreskan Jokowi maka capres Gerindra Prabowo Subianto diprediksi bisa jadi presiden di 2014. "Terlihat bahwa Jokowi adalah capres yang paling banyak dipilih pada saat ini. Selisihnya dengan capres lain besar. Ini terlihat dari pertanyaan terbuka, 12 nama tokoh parpol atau 4 nama," pungkasnya. Kamis, 09/01/2014 15:25 WIB Sumber: detik


Artikel Terkait

Mengenal Sosok Presiden Wanita Pertama Singapura

Ada yang unik pada pemilihan presiden Singapura tahun ini. Pasalnya, Singapura tidak perlu repot-repot menggelar pemungutan suara tahun ini.

Halimah Yacob, sang mantan Ketua Parlemen Singap...

Menilik Konflik Kemanusiaan di Rakhine

Konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar, kembali terjadi dan menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai lapisan masyarakat di berbagai negara turut prihatin akan kondisi...

Dunia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Korea Utara (Korut) yang terkenal sebagai negara komunis, telah mendapat banyak kecaman dari internasional. Pasalnya, Korut telah menggelar uji coba nuklir terbarunya pada Minggu (3/9) yang lalu. U...

Memperingati HUT RI Ke-72, Polda Banten Gelar Istighosah Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Polda Banten menggelar acara Istighosah Kemerdekaan pada hari Sabtu (26/06/17) lalu. Acara dimulai sekitar pukul 20.30 dan ...

Perang Terhadap Provokasi Isu SARA

Saracen merupakan kelompok yang kerap menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan topik  isu berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Kelompok ini memiliki ribuan aku...