Heartline Network

Ini Jeritan Hati Istri Pejabat Kemenhub Saat Tahu Suaminya Suka Pesta Seks

Jakarta - Menjadi istri yang suaminya gemar pesta seks tentu tak pernah terbayangkan oleh N sebelumnya. Sang suami, S, yang merupakan pejabat di Kementerian Perhubungan itu telah mengoyak perasaannya sebagai perempuan. N syok saat melihat satu persatu foto tak senonoh yang memperlihatkan kegiatan hubungan badan antara suaminya dengan beberapa wanita dalam satu frame. Ia pun lantas mengajukan permohonan cerai. Sayang, Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang, menolak permohonan cerainya. "Saya meminta Bapak (S) jujur dan datang ke pengadilan agama agar semuanya bisa beres. Bapak harus mengakui semuanya," kata N usai melapor di depan kantor Komnas Perempuan, Jl Latuharhary, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2014). Majelis hakim menyatakan bukti foto pesta seks tersebut tidak bisa dijadikan alasan seseorang telah melakukan perbuatan zina. N pun heran kenapa sang suami terus mempertahankan rumah tangga mereka jika memang sudah tak mungkin diteruskan. N nampak tegar saat melapor ke Komnas Perempuan. Ia terus memegangi telepon genggamnya sambil sesekali melihat pesan yang masuk. Menurutnya peristiwa ini telah membuat ia semakin tegar. Pihak keluarga pun mendukungnya untuk terus mencari keadilan. "Sejauh ini mungkin hanya ini yang saya tempuh. Meminta bantuan ke Komnas Perempuan agar laporan saya di Dirjen Perhubungan bisa cepat diproses," jelas perempuan berambut pendek itu. "Kalau sanksi terserah peraturan dari tempat kerjanya (Dirjen Perhubungan). Kalau kira memang ingin menyelesaikan masalah dan kita merasa benar jangan pernah mundur dan perjuangankan terus," lanjutnya. Kasus bermula saat S menikahi N pada 10 September 1994 silam. Dari pernikahan itu lalu keduanya dikaruniai dua anak YM (16) dan RR (12). Rumah tangga yang awalnya harmonis tiba-tiba dilanda badai yang cukup serius. Si suami yang bekerja sebagai PNS di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), S, ternyata suka jajan. N lalu menggugat cerai dengan bukti pesta seks si suami tapi ditolak pengadilan. Jumat, 28/03/2014 13:46 WIB Sumber: detik


Artikel Terkait

Jurus Jitu Isi Ulang Uang Elektronik Tanpa Biaya Tambahan

Gencarnya usaha pemerintah untuk mengajak warganya bermigrasi menggunakan uang elektronik (e-money) dengan tujuan mempermudah aktifitas keseharian, nampaknya tidak semudah itu dilaksanakan...

Mengenal Sosok Presiden Wanita Pertama Singapura

Ada yang unik pada pemilihan presiden Singapura tahun ini. Pasalnya, Singapura tidak perlu repot-repot menggelar pemungutan suara tahun ini.

Halimah Yacob, sang mantan Ketua Parlemen Singap...

Menilik Konflik Kemanusiaan di Rakhine

Konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar, kembali terjadi dan menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai lapisan masyarakat di berbagai negara turut prihatin akan kondisi...

Dunia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Korea Utara (Korut) yang terkenal sebagai negara komunis, telah mendapat banyak kecaman dari internasional. Pasalnya, Korut telah menggelar uji coba nuklir terbarunya pada Minggu (3/9) yang lalu. U...

Memperingati HUT RI Ke-72, Polda Banten Gelar Istighosah Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Polda Banten menggelar acara Istighosah Kemerdekaan pada hari Sabtu (26/06/17) lalu. Acara dimulai sekitar pukul 20.30 dan ...