Heartline Network

Partisipasi Pemilu di Hong Kong Rendah Karena Caleg Tak Dikenal Pemilih

Jakarta - KPU telah melaksanakan pemungutan suara lebih awal di Hongkong pada Minggu (30/3) lalu. Dari data sementara, angka partisipasi di Hongkong tercatat masih rendah, salah satunya karena faktor tingkat pengenalan terhadap caleg yang rendah. Untuk diketahui, seluruh warga negara Indonesia di luar negeri hanya memilih caleg DPR RI yang ada pada Dapil DKI Jakarta II. Sementara untuk metode pemungutan suaranya ada 3 macam, yaitu di TPS, drop box, dan melalui pos. Di Hongkong, seperti dikutip dari detik, pemungutan suara bisa dilakukan dengan datang ke TPS atau bisa melalui pos. Namun rupanya meski dipermudah oleh KPU dengan cara tersebut, tingkat partisipasinya masih rendah. "Informasi kepada kami dari masyarakat, di Hongkong salah satu penyebab rendahnya partisipasi pemilih adalah mereka kurang mengenal para calon. Mereka juga merasa calon bukan berasal dari daerah asal mereka," kata ketua KPU Husni Kamil Manik usai acara "Introduction to The Indonesian Legislative Election 2014 Forum" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2014). Dalam catatan KPU, jumlah pemilih di Hongkong mencapai 102.265 orang. Namun pemilih yang hadir ke TPS hanya 6.695 orang. Selain itu, ada 14.838 surat suara yang sudah dikirim dan masih ditunggu pengembaliannya. Husni mengatakan, persoalan tingkat partisipasi yang rendah akibat tak mengenal calon yang diusung dan merasa hak representasinya tak sesuai di DKI II akan menjadi evaluasi bagi KPU. "Ini jadi problem dan penting kamu komunikasikan dengan parpol," ucap mantan komisioner KPU Sumbar itu. Sementara komisioner KPU Arief Budiman, mengatakan secara kuantitatif partisipasi pemilih di Hongkong lebih besar dibanding pemilu 2009. Tapi secara persentasenya rendah. "Secara kuantitas, di Hongkong terjadi peningkatan jumlah pemilih karena pemilu 2009 tidak ada terobosan bhawa pemilu lebih awal," ucap Arief. "Jumlah pemilih pada 2009 sebanyak 790 sekian, partisipasinya hari ini sudah 6 ribu lebih. Dari sisi kuantitas lebih besar, tapi dari sisi prosentase mungkin angkanya masih kecil. Tapi upaya kami cukup berhasil (tingkatkan partisipasi pemilih-red)," imbuhnya. Selasa, 01/04/2014 15:55 WIB Sumber : Detik Editor : Agus Sunarya


Artikel Terkait

Polri: 11 WNI Masuk ke Marawi Filipina untuk Dakwah

Markas Besar Polri mengaku telah mengidentifikasi 11 warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Kota Marawi di Pulau Mindanao, Filipina. Mereka menyeberang ke Filipina melalui jalur legal dan bertu...

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Bom Kampung Melayu

Kelompok teror ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang terjadi pada Rabu (24/5) malam.

“Pelaksana dari serangan terhadap polisi I...

Nicky Hayden Wafat Setelah Lima Hari Dirawat Pasca Kecelakaan

Mantan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden tak dapat diselamatkan lagi nyawanya pasca tertabrak mobil saat bersepeda lima hari lalu di pesisir Italia.

Seperti dilansir dari BBC Sport<...

Konsernya Dibom, Ariana Grande Akhirnya Buka Suara

Konser Ariana Grande menorehkan luka yang mendalam dalam salah satu sejarah musik. Bagaimana tidak, konser pertamanya di Eropa diwarnai dengan aksi ledakan yang diduga terorisme dan bunuh diri...

Jokowi Harap Umat Islam Tak Anggap Amerika sebagai Musuh

Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepada umat Islam di dunia saat konferensi "Arab Islamic American Summit”. Dia berharap konferensi yang mempertemukan pimpinan negar...