Heartline Network

Rekapitulasi suara di KPU Kota Tangerang tegang

Heartline FM - Rapat rekapitulasi perhitungan suara Pemilu Anggota DPRD, DPD dan DPR Pemilu 2014 di KPU Kota Tangerang berlangsung tegang. Ketegangan berawal ketika Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Neglasari hendak membacakan perolehan hasil perolehan suara. Namun sejumlah saksi parpol melontarkan interupsi. Mereka meminta klarifikasi terkait adanya rekapitulasi suara di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) di wilayah Neglasari yang dilakukan di luar tahapan pemilu legislatif. "Awalnya pleno di tingkat PPS tanggal 11 April, tapi karena ada PSU, KPU memutuskan untuk mengundur jadwal jadi tanggal 14 (April). Tapi ternyata hampir semua PPS malah melakukan pleno pada tanggal 11 (April), berarti kan rekapitulasi itu ilegal," ujar saksi dari Partai Golkar Hasbeni Gonzala, Minggu (20/4). Dikatakan Hasbeni, rekapitulasi di luar jadwal tentu rentan kecurangan sehingga dia meminta agar rekapitulasi suara untuk PPK Neglasari ditunda. Jika KPU tetap melakukan perhitungan suara, pihaknya akan melayangkan gugatan. "Pleno yang sesuai jadwal saja terjadi kecurangan, apalagi yang si luar jadwal. Siapa yang mau menjamin kalau itu tidak dicurangi? Pokoknya kita tidak tolelir itu, kalau berani merekap, pasti akan kita gugat," tukasnya. Kepala Divisi Hukum KPU Kota Tangerang, Wahyul Furqon membenarkan sejumlah PPS di Neglasari melakukan rekapitulasi pada tanggal 11 April lalu. Namun pihaknya sudah menginstruksikan agar menghentikannya sehingga tidak berlanjut. "Tapi ketika itu terjadi, saksi dari 12 parpol menyaksikannya dan menandatangani hasil rekapitulasi. Artinya mereka menerima dan ada legalitasnya," tukas Wahyul. Selain itu, lanjut Wahyul, dari rekapitulasi tersebut tidak ditemukan adanya penggelembungan suara. Jika memang ada indikasi kecurangan seperti yang ditudingkan, saksi parpol diminta agar menunjukkan bukti-buktinya. "Sepanjang tidak ada perubahan perolehan suara tidak ada indikasi kecurangan. Jadi dengan kesepakatan bersama kita bisa melanjutkan rekapitulasi suara PPK Neglasari agar tidak memakan waktu," tukasnya. Hal itu pun menjadi perdebatan dan sejumlah saksi parpol ngotot untuk menunda rekapitulasi Kecamatan Neglasari. Bahkan sempat terjadi adu mulut antara PPK dengan saksi. Akhirnya komisioner KPU memutuskan menskors rapat. Senin, 21 April 2014 | 13:31 WIB Sumber: Merdeka


Artikel Terkait

Ada Apa Dengan Cinta?

Bertepatan dengan momen hari kasih sayang atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan valentine’s day, Heartline Radio Tangerang kembali mengadakan program siaran Heartline Co...

Prakiraan Cuaca Ibukota dan Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa, dalam dua hari ke depan hingga Rabu (15/02/17), ibukota dan sekitarnya akan diguyur hujan berpotensi sedang hingga lebat...

The Rise Of Servant Leadership

Di segala lini kehidupan, manusia dituntut untuk melayani. Baik secara profesional maupun dalam keseharian, manusia akan ikut serta dalam perannya untuk melayani ataupun dilayani.

Dalam ran...

Siap Merayakan Imlek??? Yuk Intip Makna Pernak-Pernik Khas Imlek?

Masyarakat keturunan Tionghoa sedang bersiap menyambut perayaan tahun baru Imlek. Di Indonesia sendiri, tahun baru Imlek 2568 jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017. Perayaan tahun baru Imle...

AKHIRNYA TERUNGKAP! Inilah Rahasia Bisnis Orang Tionghoa

Etnis Tionghoa adalah contoh bangsa pendatang yang sukses di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa banyak mendominasi berbagai sektor penting di negara ini, diantaranya: pemerintahan, pe...