Heartline Network

42 Gedung Bekas Kabupaten Tangerang Akan Disewakan

Tangerang - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen menyatakan tidak akan menyerahkan aset berupa 42 gedung bekas dinas pemerintahan Kabupaten Tangerang kepada Pemerintah Kota Tangerang. Puluhan gedung dengan nilai aset mencapai Rp 234 miliar (berdasarkan hitungan apraisal tahun 2009) itu telah ditawarkan ke pihak lain untuk disewa. "Dipinjam-sewakan saja," katanya, beberapa hari yang lalu. Alasanya, menurut Bupati, selain memiliki nilai sejarah, puluhan gedung itu termasuk aset yang tidak harus diserahkan setelah Kota Tangerang terbentuk tahun 1993. "Aset yang memang seharusnya diserahkan sudah diserahkan, tapi kalau bekas gedung dinas ini tidak akan," katanya. Saat ini, kata Zaki, pihaknya sudah menawarkan ke sejumlah pihak untuk menyewa gedung gedung itu. Seperti bekas kantor pemerintahan lama di Jalan Daan Mogot, tepatnya di depan Kantor Polres Metropolitan Tangerang, banyak ditawar sejumlah universitas. " Sudah banyak yang menawar, seperti Universitas Muhammadiyah Tangerang, Sekolah Tinggi NU dan Paramitha dalam bentuk pinjam sewa," kata Zaki. Kepala Bidang Aset Kabupaten Tangerang Yeni Suryani mengatakan saat ini masih banyak pihak universitas lainnya yang mengajukan proposal penyewaan. "Seperti dari Brawijaya dan yayasan Suluh," katanya. Dari menyewakan aset berupa gedung bekas perkantoran dinas yang ada wilayah Kota Tangerang itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang berpotensi memperoleh pendapatan baru untuk kas daerah mencapai Rp 2 miliar per tahun. Dengan besarnya pendapatan itulah, pada 2014 Kabupaten Tangerang mematok PAD dari menyewakan aset sebesar Rp 24 miliar. Yeni optimis target itu bisa terlampaui jika melihat prospek saat ini. "Banyak pihak yang tertarik untuk memanfaatkan eks gedung pemerintahan itu," katanya. Menurut Yeni, Pemerintah Kabupaten Tangerang membuka peluang bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan bangunan dan lahan tersebut. Cara ini, kata dia, adalah salah satu solusi untuk tetap menjaga aset tersebut agar tetap terpelihara. Saat ini tercatat masih ada 42 gedung bekas kantor dinas Kabupaten Tangerang yang tersebar di Kota Tangerang. Kota Tangerang merupakan daerah pemekaran Kabupaten Tangerang yang terbentuk tahun 1993. Tahun 2000, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang pindah ke Tigaraksa dan secara bertahap perkantoran dinas maupun badan dipindahkan ke lokasi tersebut. Tahun 2012, puluhan dinas yang semula terpisah pisah mulai menyatu di Pusat Pemerintahan Tigaraksa. Sayangnya, setelah dikosongkan, puluhan bangunan itu tidak terawat. Senin, 21 April 2014 | 13:43 WIB Sumber: Tempointeraktif


Artikel Terkait

Ada Apa Dengan Cinta?

Bertepatan dengan momen hari kasih sayang atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan valentine’s day, Heartline Radio Tangerang kembali mengadakan program siaran Heartline Co...

Prakiraan Cuaca Ibukota dan Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa, dalam dua hari ke depan hingga Rabu (15/02/17), ibukota dan sekitarnya akan diguyur hujan berpotensi sedang hingga lebat...

The Rise Of Servant Leadership

Di segala lini kehidupan, manusia dituntut untuk melayani. Baik secara profesional maupun dalam keseharian, manusia akan ikut serta dalam perannya untuk melayani ataupun dilayani.

Dalam ran...

Siap Merayakan Imlek??? Yuk Intip Makna Pernak-Pernik Khas Imlek?

Masyarakat keturunan Tionghoa sedang bersiap menyambut perayaan tahun baru Imlek. Di Indonesia sendiri, tahun baru Imlek 2568 jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017. Perayaan tahun baru Imle...

AKHIRNYA TERUNGKAP! Inilah Rahasia Bisnis Orang Tionghoa

Etnis Tionghoa adalah contoh bangsa pendatang yang sukses di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa banyak mendominasi berbagai sektor penting di negara ini, diantaranya: pemerintahan, pe...